Kamis, 22 Oktober 2026. Pukul 20 : 09 WIB
Pada Kamis, 22 Oktober 2026, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua penyandang disabilitas fisik di kawasan Pedongkelan. Mereka adalah Ibu Anah, 44 tahun, dan Mas At, 47 tahun, yang masing-masing berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan fisik dan kondisi ekonomi yang tidak mudah.
Ibu Anah Berjualan Tisu untuk Menghidupi Anak yang Masih Sekolah


Ibu Anah merupakan seorang perempuan berusia 44 tahun yang tinggal bersama anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengalami dwarfisme, yaitu kondisi medis yang menyebabkan seseorang memiliki perawakan pendek. Di tengah keterbatasan fisiknya, Ibu Anah tetap berusaha mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Saat ini, Ibu Anah menjalani kehidupan tanpa dukungan suami. Menurut keterangan yang disampaikan, suaminya telah meninggalkan keluarga dan pernah melakukan kekerasan terhadap anaknya. Keadaan tersebut membuat Ibu Anah harus berjuang mengurus serta memenuhi kebutuhan anaknya seorang diri.
Untuk mendapatkan penghasilan, Ibu Anah berjualan tisu dan kantong plastik. Dari kegiatan tersebut, ia memperoleh sekitar Rp10 ribu hingga Rp50 ribu per hari, bergantung pada jumlah barang yang terjual.
Penghasilan yang tidak menentu membuat kebutuhan sehari-hari harus diatur dengan sangat hati-hati. Selain memenuhi kebutuhan makan, Ibu Anah juga perlu memikirkan keperluan sekolah anaknya. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, ia tetap berusaha bekerja agar kebutuhan keluarganya dapat terpenuhi.
Mas At Tetap Berusaha Mendapatkan Penghasilan dari Servis Elektronik


Penerima bantuan berikutnya adalah Mas At, pria berusia 47 tahun yang juga mengalami dwarfisme. Ia telah kehilangan istrinya dan kini memiliki seorang anak yang menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Mas At bekerja sebagai tukang servis elektronik. Namun, pekerjaan tersebut tidak selalu tersedia sehingga ia cukup sering menganggur dan tidak memiliki penghasilan tetap.
Kondisi fisik dan kesempatan kerja yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi Mas At dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika tidak ada pekerjaan servis yang bisa dikerjakan, mendapatkan uang untuk membeli kebutuhan pokok menjadi lebih sulit.
Meski demikian, Mas At tetap berusaha mencari pekerjaan sesuai kemampuannya. Bantuan sembako yang diterimanya diharapkan dapat membantu menyediakan bahan makanan ketika penghasilan sedang tidak tersedia.
Bantuan Sembako untuk Membantu Kebutuhan Sehari-hari

Melalui kegiatan sosial ini, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan sembako kepada Ibu Anah dan Mas At. Setiap paket bantuan berisi beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, mi instan 20 bungkus, telur 1 kg, garam 400 gram, sarden 1 kaleng, susu kental manis 1 kaleng, dan biskuit Regal 3 bungkus.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menambah persediaan makanan dan meringankan sebagian pengeluaran sehari-hari mereka. Bagi penerima bantuan yang memiliki penghasilan tidak menentu, tambahan bahan pangan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar ketika pemasukan sedang terbatas.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mendukung kegiatan sosial ini. Dukungan yang diberikan membantu menjangkau masyarakat penyandang disabilitas dan keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi agar kebutuhan pokok mereka dapat lebih terbantu.

