Berjuang di Tengah Penyakit dan Keterbatasan, Dua Lansia Terima Bantuan Sembako dari Yayasan Amal Peduli Nusantara

Selasa, 7 Juli 2026. Pukul 17 : 26 WIB

Bagi sebagian lansia, usia yang semakin bertambah tidak berarti perjuangan hidup ikut berkurang. Di tengah kondisi kesehatan yang menurun dan penghasilan yang tidak menentu, mereka masih harus bekerja keras agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.

Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, Yayasan Amal Peduli Nusantara kembali menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di wilayah Salembaran.

Melalui program ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok para lansia yang hidup dalam kondisi ekonomi dan kesehatan yang terbatas.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang disalurkan terdiri dari:

  • Beras
  • Minyak goreng
  • Mie instan
  • Sarden
  • Susu kental manis
  • Telur
  • Garam
  • Biskuit Regal

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pangan sehari-hari para penerima manfaat.


Emus (60 Tahun), Berjuang Melawan Penyakit Paru-Paru dan Asma

Salah satu penerima bantuan adalah Bapak Emus, lansia berusia 60 tahun yang mengalami penyakit paru-paru serta asma.

Di tengah kondisi kesehatannya, Bapak Emus tinggal bersama istri dan anaknya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sang istri harus bekerja keras dengan melakukan berbagai pekerjaan. Selain menjadi tukang pijat dan kuli cuci, keluarganya juga mencari tambahan penghasilan dengan mengumpulkan barang-barang bekas yang masih memiliki nilai jual.

Dengan penghasilan yang tidak menentu dan kebutuhan hidup yang terus berjalan, keluarga ini tetap berusaha saling menguatkan dalam menghadapi berbagai keterbatasan.


Darmin (62 Tahun), Hidup Seorang Diri dan Mengandalkan Hasil Memulung

Bantuan juga diberikan kepada Bapak Darmin, lansia berusia 62 tahun yang hidup seorang diri tanpa istri.

Beliau memiliki empat orang anak, namun seluruhnya tinggal berjauhan dan tidak memberikan perhatian maupun bantuan untuk kebutuhan hidupnya.

Saat ini, Bapak Darmin menumpang tinggal di sebuah gubuk milik temannya. Untuk bertahan hidup, beliau mencari barang-barang bekas yang dapat dijual kembali sebagai sumber penghasilan sehari-hari.

Meski hidup dalam kondisi yang sangat sederhana, Bapak Darmin tetap berusaha menjalani hari-harinya dengan penuh ketabahan.


Kepedulian yang Membawa Harapan

Melalui program bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara terus berupaya hadir bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, kesehatan, maupun dukungan keluarga.

Kisah Bapak Emus dan Bapak Darmin menjadi pengingat bahwa masih banyak lansia yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian dari sesama. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan semangat bahwa mereka tidak menghadapi perjuangan hidup seorang diri.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung program kemanusiaan ini. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mereka.

Semoga bantuan sembako ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari Bapak Emus dan Bapak Darmin serta menjadi pengingat bahwa setiap kepedulian yang diberikan dapat membawa harapan bagi mereka yang sedang berjuang.