Banjir Terjang Limau Purut Tapan, 115 Rumah Terendam dan Sejumlah Bangunan Hanyut

Sabtu, 10 Oktober 2026. Pukul 21 : 23 WIB

( Dokumentasi : Banjir melanda Nagari Limau Purut Tapan, Pessel, Sabtu (10/10/2026), Foto Bersumber dari situs katasumbar )

Luapan Sungai Batang Tapan Rusak Rumah Warga, Puluhan Orang Berhasil Dievakuasi

Pesisir Selatan, Sumatera Barat — 10 Oktober 2026. Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pesisir Selatan sejak Sabtu siang menyebabkan Sungai Batang Tapan meluap dan merendam permukiman warga di Nagari Limau Purut Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Banjir terjadi pada Sabtu sore hingga malam dan menyebabkan kerusakan rumah serta fasilitas umum di sekitar aliran sungai.

Berdasarkan laporan Penjabat Wali Nagari Limau Purut Tapan, sebanyak 115 rumah warga terendam banjir. Dari jumlah tersebut, satu rumah dilaporkan hanyut terbawa arus dan dua rumah lainnya mengalami kerusakan berat. Air juga merendam dua masjid atau musala serta satu bangunan sekolah, sehingga masyarakat harus menghadapi gangguan terhadap tempat tinggal dan fasilitas yang biasa digunakan sehari-hari.

Luapan sungai juga berdampak pada kawasan Kampung Panedah di nagari yang sama. Menurut laporan BPBD Kabupaten Pesisir Selatan yang dikutip Sumbarkita, arus deras menghanyutkan empat rumah berkonstruksi papan di kawasan tersebut. Sementara itu, laporan lain dari BPBD menyebut empat warung yang berada di tepi sungai ikut hanyut terbawa arus. Angka kerusakan tersebut berasal dari laporan lokasi yang lebih spesifik dan masih perlu dicocokkan dengan pendataan akhir tingkat nagari agar jumlah keseluruhan bangunan yang rusak tidak dihitung ganda.

Banjir akibat luapan Batang Tapan merendam permukiman warga di Kampung Panedah, Nagari Limau Purut Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (10/10/2026).

( Dokumentasi : Banjir melanda Nagari Limau Purut Tapan, Pessel, Sabtu (10/10/2026), Foto Bersumber dari situs Sumbarkita )

Banjir juga sempat menjebak sekitar 50 warga dan siswa yang sedang berkemah di kawasan Panedah. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan masyarakat segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Seluruh warga dan siswa yang dilaporkan terjebak tersebut berhasil diselamatkan pada Sabtu malam.

Berdasarkan laporan yang tersedia hingga Sabtu malam, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian banjir ini. Seluruh orang yang dievakuasi dari kawasan Panedah dinyatakan selamat. Namun, kerusakan rumah, bangunan usaha, dan fasilitas umum tetap menjadi perhatian karena warga harus menghadapi dampak banjir setelah air surut.

Petugas masih melakukan pendataan terhadap kerusakan dan memeriksa kondisi wilayah terdampak. Di kawasan lain dalam Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, banjir juga terjadi di Nagari Kampung Tengah Tapan sehingga tim gabungan memperluas upaya penyisiran dan evakuasi warga.

Peristiwa ini menunjukkan besarnya dampak luapan sungai terhadap permukiman yang berada di dekat aliran air. Selain kerusakan tempat tinggal dan bangunan usaha, banjir juga mengancam keselamatan warga yang sedang beraktivitas di sekitar sungai ketika debit air meningkat secara mendadak.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah banjir yang dialami masyarakat di Nagari Limau Purut Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan. Kami turut sedih melihat rumah dan warung warga hanyut, puluhan tempat tinggal terendam, serta fasilitas umum ikut terdampak. Puji syukur, warga dan siswa yang sempat terjebak berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses pemulihan rumah dan fasilitas yang rusak dapat berjalan dengan baik.