Banjir Tapanuli Tengah Rendam Tiga Wilayah, 30 Warga Mengungsi

Selasa, 15 September 2026. Pukul 18 : 22 WIB 

Banjir Kembali Melanda Tapanuli Tengah, 37 Warga Dievakuasi

( Dokumentasi : Petugas BPBD melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Tapanuli Tengah, Minggu (13/9/2026). Foto bersumber dari situs BPBD Sumut )

Hujan Deras Picu Genangan, Warga Sementara Berlindung di Gereja HKBP Sipange

TAPANULI TENGAH, SUMATERA UTARA — Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Minggu, 13 September 2026 sore. Kondisi tersebut memicu banjir di sejumlah wilayah dan membuat puluhan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir terjadi sekitar pukul 15.43 WIB dan berdampak pada tiga wilayah, yaitu Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka; Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri; serta Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik.

30 Warga Mengungsi

Genangan yang masuk ke kawasan permukiman membuat sebagian warga memilih meninggalkan rumah untuk sementara. Sebanyak 30 orang mengungsi di Gereja HKBP Sipange.

BNPB menyebut warga yang mengungsi mendapatkan pendampingan dari tim petugas gabungan selama proses penanganan berlangsung. Pemerintah dan petugas di lapangan juga terus memantau perkembangan kondisi wilayah terdampak.

Keputusan warga untuk mengungsi dilakukan sebagai langkah keselamatan setelah hujan deras menyebabkan air meningkat di sejumlah kawasan. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir kembali apabila hujan dengan intensitas tinggi turun di wilayah tersebut.

Banjir Mulai Surut pada Malam Hari

Kondisi banjir kemudian berangsur membaik. Berdasarkan laporan BNPB, air mulai surut pada malam hari setelah hujan mereda.

Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan terhadap wilayah yang sebelumnya terdampak. Kondisi cuaca dan debit aliran air menjadi perhatian karena hujan kembali dapat meningkatkan genangan, terutama pada daerah yang berada di dekat aliran sungai maupun kawasan dengan sistem drainase yang terbatas.

Hingga laporan BNPB tersebut diterbitkan, belum terdapat laporan korban jiwa akibat banjir ini. Data mengenai kerusakan rumah maupun kerugian material juga belum dirinci dalam laporan awal dan masih dapat berkembang seiring proses asesmen di lapangan.

Pemerintah dan Petugas Terus Memantau

Anggota BPBD Tapteng sedang melakukan evakuasi terhadap sejumlah warga di Kelurahan Sipange Kecamatan Tukka yang terendam banjir, Minggu (13/9/2026). Hujan deras sebabkan 5 Kecamatan Di Sibolga dan Tapteng terendam banjir.

( Dokumentasi : Petugas BPBD melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Tapanuli Tengah, Minggu (13/9/2026). Foto bersumber dari situs BPBD Sumut )

Petugas gabungan melakukan pemantauan serta pendampingan terhadap masyarakat yang berada di lokasi pengungsian. Penanganan difokuskan pada keselamatan warga dan memastikan kondisi di tiga wilayah terdampak tetap terkendali.

Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir juga diharapkan tetap memperhatikan perkembangan cuaca dan mengikuti arahan pemerintah maupun petugas apabila kondisi kembali memburuk.

Data Dampak Sementara

DampakData
Waktu kejadian13 September 2026, ±15.43 WIB
Lokasi terdampak3 wilayah
Kecamatan terdampakTukka, Badiri, Sarudik
Warga mengungsi30 orang
Lokasi pengungsianGereja HKBP Sipange
Kondisi malam hariBanjir berangsur surut
Korban jiwaBelum ada laporan
Kerusakan/kerugianMasih dalam pendataan

Doa dan Harapan untuk Warga Tapanuli Tengah

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut mendoakan seluruh masyarakat Tapanuli Tengah yang terdampak banjir. Semoga warga yang mengungsi diberikan kesehatan, keselamatan dan ketenangan hingga kondisi benar-benar kembali aman.

Semoga air segera surut sepenuhnya dan masyarakat dapat kembali ke rumah serta menjalankan aktivitas seperti biasa. Semoga pemerintah bersama seluruh pihak terkait dapat terus melakukan pemantauan, memperbaiki infrastruktur yang diperlukan dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir berikutnya.

Doa dan harapan terbaik untuk seluruh masyarakat Tapanuli Tengah.