Senin, 28 September 2026. Pukul 15 : 22 WIB

( Dokumentasi :Banjir Rendam 7 Kecamatan Tapanuli Tengah, 14 Warga Mengungsi. Foto bersumber dari situs Most1058fm )
Hujan Deras Sejak 26 September Picu Luapan Sungai, Lima Kepala Keluarga Mengungsi
TAPANULI TENGAH, SUMATERA UTARA — Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah sejak Sabtu, 26 September 2026 sore hingga malam. Hujan tersebut menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga di tujuh kecamatan.
Wilayah yang terdampak meliputi Tukka, Badiri, Sarudik, Pinangsori, Kolang, Tapian Nauli dan Pandan, dengan sedikitnya dua desa dan delapan kelurahan terdampak dalam pendataan pemerintah.
Air Capai Dada Orang Dewasa
Genangan cukup tinggi terjadi di Kecamatan Tukka. Di sejumlah lokasi, air mencapai dada orang dewasa, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Di Kecamatan Kolang, ketinggian air mencapai sekitar lutut orang dewasa. Sementara di Kecamatan Sarudik, Badiri dan Pinangsori, genangan di sejumlah permukiman mencapai sekitar 50 sentimeter.
Petugas juga menggunakan perahu karet untuk membantu mengevakuasi warga yang terjebak di tengah genangan. Di Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, lima warga termasuk anak-anak dan balita dievakuasi dari lokasi yang terendam cukup tinggi.
Lima KK Mengungsi
Dalam perkembangan hingga 27 September 2026, sebanyak 5 KK atau 14 jiwa tercatat mengungsi ke SMP Negeri 3 Tukka. Sebagian warga lainnya memilih tetap bertahan di rumah atau menunggu kondisi air berangsur surut. Pada laporan tersebut belum terdapat korban meninggal dunia.
BPBD Sumatera Utara dan BPBD Tapanuli Tengah terus melakukan pemantauan, penyisiran dan membantu evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan.
Jembatan Rambing Putus

( Dokumentasi : Banjir merendam sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, Sabtu (26/9/2026).. Foto bersumber dari situs IDNTimes )
Selain menggenangi rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Jembatan Rambing di Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, putus total setelah diterjang banjir.
Jembatan tersebut menghubungkan Lingkungan I dan Lingkungan III Kelurahan Bonalumban. Putusnya akses membuat konektivitas warga di kedua lingkungan terganggu.
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di sekitar Bonalumban. Luapan Sungai Bonalumban setelah tanggul jebol menggenangi beberapa lingkungan dengan ketinggian air sekitar 30–50 sentimeter.
Air Mulai Surut
Setelah hujan mereda, air di sejumlah wilayah mulai berangsur surut. Warga yang sebelumnya terdampak mulai kembali ke rumah untuk membersihkan sisa genangan dan material.
Meski demikian, petugas tetap bersiaga karena hujan dengan intensitas tinggi dapat kembali meningkatkan debit sungai. Pemerintah juga mengimbau warga segera mencari tempat aman apabila kondisi kembali memburuk.
Data Dampak Sementara
| Dampak | Data |
|---|---|
| Kecamatan terdampak | 7 kecamatan |
| Desa/kelurahan terdampak | 2 desa + 8 kelurahan |
| Pengungsi | 5 KK / 14 jiwa |
| Ketinggian air tertinggi | Hingga dada orang dewasa |
| Jembatan putus | Jembatan Rambing |
| Korban jiwa | Belum ada laporan |
| Evakuasi | Dilakukan dengan perahu karet |
| Kondisi terakhir | Sebagian wilayah mulai surut |

( Dokumentasi : Banjir kepung Tapanuli Tengah. Foto bersumber dari situs Antara/CNN )
Doa dan Harapan untuk Warga Tapanuli Tengah
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas banjir yang melanda berbagai wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.
Semoga seluruh warga yang terdampak diberikan keselamatan dan kekuatan, terutama mereka yang harus meninggalkan rumah untuk sementara waktu. Semoga air segera surut dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman.
Semoga jembatan dan akses masyarakat yang rusak dapat segera diperbaiki serta penanganan sungai dan tanggul dapat diperkuat untuk mengurangi risiko banjir di kemudian hari.
Doa dan harapan terbaik untuk seluruh masyarakat Tapanuli Tengah.

