Banjir Susulan di Aceh Tengah Putuskan Jembatan, 99 Keluarga Terdampak

Kamis, 15 Oktober 2026. Pukul 15 : 23 WIB

( Dokumentasi : Bajir dikawasan Aceh Tengah dan Gayo Lues. Foto bersumber dari situs jurnalaceh/BPBA )

Aceh Tengah – Hujan yang turun terus-menerus selama beberapa hari menyebabkan banjir susulan di Desa Lumut dan Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Luapan Sungai Jambo Aye berdampak pada permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar aliran sungai. Kondisi ini membuat warga harus menghadapi kembali dampak bencana, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjaga keselamatan keluarga mereka.

Dampak cukup berat dialami warga Desa Reje Payung setelah Jembatan Gantung Garuda yang menjadi satu-satunya akses menuju desa tersebut terputus akibat luapan sungai. Terputusnya jembatan membuat perjalanan warga menjadi sulit dan menghambat mobilitas masyarakat. Sebagian warga yang tinggal di Reje Payung terpaksa mengungsi ke Desa Jamat yang berada di seberang sungai untuk mencari tempat yang lebih aman. Kondisi tersebut juga memengaruhi akses warga menuju fasilitas pendidikan serta tempat mereka mencari nafkah.

Sebagai respons terhadap bencana tersebut, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menyalurkan bantuan kepada 99 keluarga terdampak di Desa Lumut dan Desa Reje Payung pada 14 Oktober 2026. Bantuan senilai Rp35 juta tersebut disalurkan melalui tim monitoring dan evaluasi khusus Aceh Tengah. Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pokok serta peralatan memasak untuk membantu warga memenuhi kebutuhan selama masa penanganan bencana.

Selain menyalurkan bantuan, tim Satgas PRR bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga meninjau Jembatan Gantung Garuda, sejumlah titik longsor, dan infrastruktur lain yang terdampak. Peninjauan ini dilakukan untuk mengidentifikasi kerusakan dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan. Pemerintah daerah juga berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan warga yang mengungsi dapat terpenuhi serta mencari solusi bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses setelah banjir.

Penanganan pascabencana menjadi penting agar warga dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman. Perbaikan akses penghubung dan pemenuhan kebutuhan dasar diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak. Kondisi infrastruktur dan keamanan lokasi juga menjadi perhatian agar warga memiliki akses yang lebih baik dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah banjir susulan yang dialami masyarakat di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi ini, kebutuhan keluarga yang mengungsi dapat terpenuhi, dan proses pemulihan berjalan dengan baik. Diharapkan akses yang terputus dapat segera ditangani sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lebih aman dan lancar.