Banjir Rob Rendam Minahasa, Puluhan Rumah dan Tempat Ibadah Terdampak

Jumat, 24 April 2026. Pukul 12 : 28 WIB

( Dokumentasi : Puluhan rumah rusak dan terendam diterjang banjir minahasa, Foto bersumber dari tangkapan layar tiktok tribunmanado )

Gelombang Pasang Air Laut Masuk ke Permukiman Warga di Kakas Barat

Minahasa, Sulawesi Utara — Banjir rob melanda Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, pada Selasa, 21 April 2026 sekitar pukul 08.00 WITA yang dilaporkan dan diberitakan pada 23 april 2026, akibat gelombang pasang air laut yang masuk ke wilayah permukiman warga.

Air laut yang meluap ke daratan menyebabkan genangan di sejumlah rumah dan fasilitas umum. Kondisi ini berlangsung cukup lama dan dampaknya masih tercatat hingga 23 April 2026, saat warga masih melakukan pembersihan lingkungan dan pemulihan aktivitas sehari-hari.


Dampak Kerusakan: Rumah dan Fasilitas Ibadah Terdampak

Data yang dihimpun mencatat:

  • 59 rumah terdampak banjir rob
  • 4 fasilitas ibadah ikut terdampak
  • Air masuk ke rumah warga dan merendam lantai serta perabotan
  • Aktivitas masyarakat dan akses lingkungan sempat terganggu

Meski sebagian besar kerusakan tidak bersifat struktural berat, genangan air laut tetap menimbulkan kerusakan pada bagian dalam rumah dan lingkungan sekitar.


Dampak Jiwa: 59 KK Terdampak

( Dokumentasi : Banjir berdampak kepada salah satu gereja, Foto bersumber dari tangkapan layar tiktok flasidamatias )

Dalam kejadian ini:

  • 59 kepala keluarga (KK) terdampak langsung
  • Warga harus membersihkan rumah dari sisa air dan lumpur
  • Tidak ada laporan korban jiwa meninggal dunia
  • Tidak ada laporan korban luka berat

Sebagian warga tetap bertahan di rumah sambil memantau kondisi pasang air laut berikutnya.


Harapan untuk Penanganan ke Depan

Banjir rob menjadi pengingat bahwa wilayah pesisir memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan cuaca dan pasang air laut.

Diharapkan adanya langkah penanganan yang lebih baik ke depan, termasuk perlindungan kawasan permukiman pesisir dan sistem mitigasi yang lebih optimal, agar dampak serupa dapat diminimalkan.

Doa dan harapan bagi seluruh warga terdampak, semoga kondisi segera membaik dan kehidupan dapat kembali berjalan dengan tenang dan normal.