Banjir Rendam Tiga Desa di Parigi Moutong, 115 KK Terdampak

Rabu, 26 Agustus 2026. Pukul 15 : 33 WIB

Hujan Deras Picu Sungai Meluap, Sekolah hingga Perkebunan Ikut Tergenang

Banjir Rendam Tiga Desa di Parigi Moutong, 115 KK Terdampak

( Dokumentasi : Kondisi banjir di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin, 24 Agustus 2026. Foto bersumber dari situs BPBD )

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Senin, 24 Agustus 2026 sekitar pukul 09.00 WITA. Hujan deras membuat debit sungai meningkat hingga meluap dan air masuk ke kawasan permukiman serta sejumlah fasilitas masyarakat.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir berdampak pada tiga desa, yaitu Desa Kasimbar Palapi, Desa Kasimbar Induk, dan Desa Kasimbar Selatan. Saat laporan perkembangan diterbitkan pada 25 Agustus, kondisi banjir di sejumlah lokasi masih belum sepenuhnya surut.

115 Kepala Keluarga Terdampak

Banjir yang terjadi di Kecamatan Kasimbar berdampak langsung terhadap 115 kepala keluarga (KK).

Namun, laporan BNPB yang tersedia belum mencantumkan jumlah jiwa terdampak maupun jumlah rumah yang terendam secara terperinci. Karena itu, data tersebut tidak sebaiknya diperkirakan berdasarkan jumlah anggota keluarga.

Genangan juga mengganggu aktivitas masyarakat di tiga desa terdampak, terutama karena air masih bertahan di sejumlah lokasi setelah hujan deras.

Sekolah, Tempat Ibadah, dan Fasilitas Umum Ikut Terdampak

Hujan deras memicu banjir di tiga desa di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin 24 Agustus 2026.

Banjir tidak hanya mengenai permukiman warga. Sejumlah fasilitas masyarakat juga ikut terdampak.

Data sementara BNPB mencatat:

  • 1 fasilitas peribadatan terdampak
  • 2 fasilitas pendidikan terdampak
  • 1 fasilitas umum terdampak
  • sekitar 4 hektare area perkebunan terdampak

Kondisi tersebut membuat sebagian aktivitas masyarakat harus menyesuaikan dengan situasi genangan yang masih berlangsung.

Air Belum Sepenuhnya Surut

Hingga laporan BNPB pada 25 Agustus 2026, banjir di beberapa lokasi masih belum sepenuhnya surut. Kondisi ini membuat masyarakat tetap perlu berhati-hati, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Petugas dan pemerintah daerah melakukan pemantauan terhadap perkembangan genangan serta kondisi masyarakat di lokasi terdampak.

Pemantauan juga penting dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit sungai apabila hujan kembali terjadi di wilayah hulu.

Perkebunan Ikut Mengalami Dampak

Selain kawasan permukiman dan fasilitas publik, banjir turut berdampak pada sektor pertanian dan perkebunan.

Sekitar 4 hektare area perkebunan dilaporkan terdampak genangan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas warga yang menggantungkan kegiatan sehari-hari pada sektor pertanian dan perkebunan.

Pendataan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kerugian yang ditimbulkan setelah kondisi air benar-benar surut.

Belum Ada Laporan Korban Jiwa

Dalam laporan BNPB yang tersedia, tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka akibat banjir di Kecamatan Kasimbar.

Jumlah jiwa terdampak juga belum dicantumkan secara resmi. Demikian pula dengan rincian jumlah rumah yang mengalami kerusakan atau terendam.

Karena itu, untuk sementara data yang dapat dipastikan adalah 115 KK terdampak, sementara pendataan dampak lainnya masih berlangsung.

Data Sementara Banjir Parigi Moutong

DampakKeterangan
Tanggal kejadian24 Agustus 2026
Waktu± 09.00 WITA
LokasiKecamatan Kasimbar, Parigi Moutong
Desa terdampak3 desa
KK terdampak115 KK
Jiwa terdampakBelum dirilis BNPB
Rumah terdampakBelum dirilis secara rinci
Fasilitas pendidikan2
Fasilitas peribadatan1
Fasilitas umum1
Perkebunan terdampak±4 hektare
Korban meninggalBelum dilaporkan
Korban lukaBelum dilaporkan
Kondisi terakhirBanjir belum sepenuhnya surut

Pemerintah Terus Memantau Kondisi Warga

Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi terdampak. Kondisi sungai dan wilayah permukiman menjadi perhatian untuk memastikan keselamatan warga apabila kembali terjadi hujan deras.

Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya kesiapan menghadapi luapan sungai, terutama di wilayah yang memiliki permukiman dan aktivitas masyarakat di sekitar aliran air.

Doa dan Harapan

Banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Kasimbar kembali menunjukkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan sungai meluap dan mengganggu kehidupan masyarakat dalam waktu singkat.

Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi situasi ini. Semoga banjir segera surut dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.

Harapannya, proses pendataan dan pemulihan oleh pemerintah dapat berjalan cepat, fasilitas yang terdampak segera ditangani, serta pengelolaan sungai dan langkah mitigasi banjir dapat semakin diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali memberikan dampak besar bagi masyarakat.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut mendoakan agar masyarakat Kabupaten Parigi Moutong senantiasa berada dalam perlindungan dan kondisi segera pulih.