Banjir Rendam Sejumlah Desa di Bireuen, 786 Jiwa Terdampak

Jumat, 22 Mei 2026. Pukul 10 : 23 WIB.

Bireuen, Aceh – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Selasa (19/05) menyebabkan banjir di beberapa desa dan berdampak pada ratusan warga. Luapan air menggenangi permukiman serta menghambat aktivitas masyarakat di sejumlah titik terdampak.

https://images.openai.com/static-rsc-4/8c84OjLJ4R38UykpKGAR-ujUt9CCCKjxuUZAbbZVJxczppoMTlMMqMJROV2j9cn-r8VzHI3VCozZl_3eELLfVay2VdlzqUMWLBrLUIc0637fkKiW4Qw87RD4Z0MrSNFyY414AVYLohEFgLnPh-nH8VBj2fDEBkQcZZzwptdYYFJiNxTptr443BK00mq3bO3B?purpose=fullsize

( Dokumentasi : Tampak dari atas Perumahan yang terdampak Banjir. Foto bersumber dari situs Antara )

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari sejumlah sumber, banjir ini berdampak pada 786 jiwa dari 214 kepala keluarga (KK). Wilayah yang terdampak meliputi Desa Alue Buya Pasie dan Pulo Lawang di Kecamatan Peudada, serta Desa Cot Kruet, Juli Cot Mesjid, dan Abeuk Jaloh di Kecamatan Juli.

Genangan air merendam rumah warga dan lingkungan sekitar sehingga aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu. Sejumlah rumah dilaporkan mengalami dampak genangan, sementara akses jalan di beberapa titik ikut terdampak akibat tingginya debit air setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Petugas BPBD bersama aparat desa juga melakukan pendataan dan pemantauan kondisi warga terdampak.

Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan warga harus lebih waspada terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan keluarga. Hingga laporan terakhir, kondisi banjir di beberapa wilayah mulai berangsur surut pada Rabu (20/05), meski sisa genangan masih terlihat di sejumlah area rendah.

Banjir Bandang Rusak Ribuan Rumah dan Lahan di Aceh

( Dokumentasi : Perumahan rusak akibat cuaca ekstrim. Foto bersumber dari situs detik )

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di berbagai daerah. Semoga kondisi di Kabupaten Bireuen dapat segera pulih, masyarakat terdampak diberikan kekuatan menghadapi situasi ini, dan proses penanganan serta pemulihan berjalan cepat agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.