Rabu, 10 Juni 2026. Pukul 10 : 03 WIB

( Dokumentasi : Banjir Rendam Dua Kecamatan di Langkat, 3.406 KK Terdampak, Foto bersumber dari situs Kompas/Pusdalops Sumut )
LANGKAT, SUMATERA UTARA – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Langkat pada Senin, 8 Juni 2026, menyebabkan banjir yang merendam sejumlah permukiman warga di Kecamatan Batang Serangan. Meski air berangsur surut pada hari yang sama, ribuan keluarga sempat terdampak dan harus menghadapi aktivitas yang terganggu akibat genangan yang memasuki lingkungan tempat tinggal mereka.
Banjir terjadi di Kelurahan Batang Serangan dan Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan saluran drainase dan aliran sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke kawasan permukiman warga. Berdasarkan pemantauan BPBD Kabupaten Langkat, tinggi muka air berkisar antara 50 hingga 80 sentimeter di sejumlah titik terdampak.

( Dokumentasi : Banjir melanda di Kelurahan Batang Serangan dan Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan di kabupaten Langkat, Sumatra Utara pada Senin (8/6). Foto bersumber dari situs BPBD )
Data yang dihimpun BNPB menunjukkan sedikitnya 3.406 kepala keluarga (KK) terdampak oleh banjir tersebut. Sebagian rumah warga, halaman, akses jalan lingkungan, dan fasilitas umum sempat terendam sehingga aktivitas masyarakat terganggu selama banjir berlangsung. Petugas BPBD bersama unsur terkait langsung melakukan pemantauan dan pendampingan kepada warga sejak awal kejadian.
Hingga laporan resmi yang dirilis BNPB pada 9 Juni 2026, tidak terdapat laporan korban jiwa meninggal dunia maupun korban luka-luka akibat kejadian ini. Selain itu, belum ada laporan resmi mengenai rumah yang mengalami kerusakan berat maupun ringan. Dampak utama yang tercatat adalah genangan yang merendam kawasan permukiman dan memengaruhi ribuan keluarga di wilayah terdampak.
Beruntung, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut pada sore hari sehingga situasi di lapangan perlahan kembali kondusif. Meski demikian, petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air apabila hujan kembali turun di wilayah hulu maupun sekitar bantaran sungai.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di berbagai daerah. Upaya pemeliharaan drainase, normalisasi aliran sungai, serta penguatan sistem peringatan dini menjadi langkah yang diharapkan dapat membantu mengurangi dampak banjir pada masa mendatang.
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut menyampaikan doa dan harapan agar seluruh warga yang terdampak diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menjalani masa pemulihan. Semoga kondisi di Kabupaten Langkat segera kembali normal, serta berbagai upaya penanganan dan perbaikan yang dilakukan pemerintah dan pihak terkait dapat berjalan dengan baik sehingga risiko kejadian serupa di masa mendatang dapat diminimalkan.

