Banjir Rendam Ratusan Rumah di Parigi Moutong, Warga Desa Ongka Terdampak Luapan Sungai

Sabtu, 13 Juni 2026. Pukul 15 : 09 WIB 

Banjir

( Dokumentasi : Banjir merendam 176 rumah di Sulawesi Tengah , Foto bersumber dari situs idntimes )

Hujan Deras Picu Banjir di Kecamatan Ongka Malino, Ratusan Rumah dan Warga Terdampak

Parigi Moutong, Sulteng – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyebabkan banjir di Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino, pada Kamis, 11 Juni 2026. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga merendam kawasan permukiman warga.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, banjir melanda Dusun 1 dan Dusun 5 Desa Ongka. Sedikitnya 176 rumah terdampak akibat genangan air yang masuk ke kawasan permukiman. Selain itu, sebanyak 176 jiwa tercatat terdampak oleh bencana tersebut.

Sebanyak 176 jiwa terdampak banjir di Desa Ongka Parigi Moutong

( Dokumentasi : Rumah warga terendam banjir di Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino, Parigi Moutong. , Foto bersumber dari situs Antara/BPBD )

Luapan air sungai tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga merendam akses jalan di sekitar permukiman. Kondisi ini sempat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari dan meningkatkan kewaspadaan warga terhadap kemungkinan banjir susulan. Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan pemantauan dan pendataan dampak yang ditimbulkan.

Kabar yang patut disyukuri, berdasarkan laporan sementara BPBD, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan asesmen di lokasi untuk memastikan kondisi warga serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan lebih lanjut.

Bencana Banjir (foto: Okezone)

( Dokumentasi : warga terdampak banjir di Parigi Moutong , Foto bersumber dari situs Okezone )

Meskipun genangan air sempat berangsur surut, pihak BPBD mengingatkan bahwa potensi banjir susulan masih perlu diwaspadai karena curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi. Pemerintah daerah juga menilai perlunya normalisasi sungai dan penguatan tebing sungai guna mengurangi risiko luapan air yang dapat kembali mengancam permukiman warga di masa mendatang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai. Upaya mitigasi, pemeliharaan daerah aliran sungai, dan peningkatan kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana serupa.

Semoga seluruh warga yang terdampak diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi situasi ini. Harapan juga disampaikan agar proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat, serta langkah-langkah penanganan dan perbaikan infrastruktur yang dilakukan pemerintah dapat membantu mencegah terjadinya banjir serupa di masa yang akan datang.