Banjir Rendam Puluhan Desa di Sarolangun, Ribuan Warga Terdampak

Rabu, 29 April 2026. Pukul 15 : 26 WIB

Tangkapan gambar banjir yang melanda salah satu wilayah di Kabupaten Sarolangun, Jambi (Dokumentasi/Rizal Drone)

( Dokumentasi : Tangkapan gambar banjir yang melanda salah satu wilayah di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Foto bersumber dari situs metrojambi )

Luapan Sungai Setelah Hujan Deras Ganggu Permukiman dan Aktivitas Warga

Sarolangun, Jambi — Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, pada 28 April 2026, setelah hujan deras dalam beberapa hari menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.

Genangan air terjadi di puluhan desa dan menghambat aktivitas masyarakat. Luapan air berasal dari Sungai Batang Asai dan beberapa anak sungainya yang tidak mampu menampung debit air tinggi akibat curah hujan yang terus meningkat. Kondisi ini menyebabkan rumah warga, jalan lingkungan, hingga beberapa fasilitas umum ikut terdampak. BPBD mencatat banjir meluas di beberapa kecamatan dan menjadi salah satu kejadian hidrometeorologi terbesar di wilayah tersebut pada akhir April.


Wilayah Terdampak

Banjir tercatat melanda sedikitnya 26–29 desa di sekitar 5–6 kecamatan, di antaranya:

  • Kecamatan Batang Asai
  • Bathin VIII
  • Limun
  • Cermin Nan Gedang
  • Sarolangun
  • Pauh

Sebagian wilayah mengalami genangan cukup tinggi, mulai dari puluhan sentimeter hingga lebih dari satu meter, sehingga aktivitas warga sempat lumpuh.


Dampak Kerusakan: Lebih dari 1.500 Rumah Terdampak

Bupati Hurmin saat meninjau salah satu rumah yang terkena banjir di kawasan Pauh. (Mario Dwi Kurnia/metrojambi.com)

( Dokumentasi : Tangkapan gambar banjir yang melanda salah satu wilayah di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Foto bersumber dari situs metrojambi )

Data lapangan mencatat:

  • 1.551–1.552 rumah warga terdampak banjir
  • 9 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari:
    • 4 rumah rusak ringan
    • 3 rumah rusak berat
    • 2 rumah mengalami kerusakan total
  • Sejumlah jembatan dan fasilitas umum ikut terdampak
  • Sebagian akses jalan lingkungan sulit dilalui

Selain rumah, bahan makanan, perabot rumah tangga, dan perlengkapan harian warga juga ikut rusak akibat genangan yang berlangsung cukup lama.


Dampak Jiwa: Hampir 2.000 Warga Terdampak

Dalam kejadian ini:

  • Sekitar 1.983 jiwa terdampak langsung
  • Beberapa warga sempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman
  • Tidak ada laporan korban jiwa meninggal dunia dalam skala besar
  • Aktivitas harian masyarakat terganggu, terutama di wilayah dengan genangan tinggi

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan total membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali menata tempat tinggal mereka.


Harapan untuk Penanganan ke Depan

Banjir ini menjadi pengingat bahwa wilayah sekitar aliran sungai memiliki risiko tinggi saat curah hujan meningkat dalam waktu singkat.

Diharapkan adanya langkah penanganan yang lebih baik dalam pengelolaan sungai, drainase, dan mitigasi lingkungan agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Doa dan harapan terbaik bagi seluruh warga terdampak, semoga kondisi segera pulih dan kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman dan normal.