Rabu, 14 Oktober 2026. Pukul 15 : 27 WIB

( Dokumentasi : Evakuasi warga terdampak banjir di Kecamatan Besitang, Langkat, Sumut, Senin (12/10). Foto bersumber dari situs Mediaindonesia )
Langkat, Sumut — Banjir melanda Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Senin, 12 Oktober 2026, setelah hujan deras menyebabkan Sungai Besitang meluap. Genangan air merendam sejumlah permukiman warga dengan ketinggian yang berbeda-beda di beberapa wilayah.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, sebanyak 719 kepala keluarga terdampak banjir. Wilayah yang terdampak meliputi Desa Sekoci, Desa Arasnapal, dan Kelurahan Kampung Lama. Ketinggian air di Desa Sekoci mencapai 100–150 sentimeter, sedangkan di Desa Arasnapal berkisar 50–100 sentimeter. Sementara itu, genangan di Kelurahan Kampung Lama mencapai 10–30 sentimeter.
Banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Medan dan Aceh. Untuk membantu warga, petugas membuka empat posko pengungsian di Desa Sekoci dan melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan logistik serta menyediakan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Hingga laporan awal disampaikan pada 12 Oktober, belum ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kejadian ini. Penanganan dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, dan pihak terkait untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas bencana banjir yang menimpa masyarakat di Kecamatan Besitang. Semoga air segera surut sepenuhnya, warga dapat kembali ke rumah dengan aman, dan proses pemulihan berjalan dengan baik.

