Kamis, 5 November 2026. Pukul 15 : 12 WIB

( Dokumentasi : Petugas membersihkan material longsor di ampelgading. Foto bersumber dari situs Tugumalang/BPBD )
Malang, Jawa Timur – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Senin, 2 November 2026, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Meningkatnya debit air sungai setelah hujan turun sejak dini hari membuat air meluap dan menggenangi permukiman serta jalan yang biasa digunakan masyarakat. Banjir tersebut melanda empat kecamatan, yaitu Ampelgading, Bantur, Pagelaran, dan Sumbermanjing Wetan. Sedikitnya lima desa terdampak, meliputi Desa Tirtomoyo, Lebakharjo, Bantur, Kademangan, dan Klepu.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 43 kepala keluarga dan 43 rumah terdampak banjir dalam kejadian ini. Selain permukiman warga, dua warung milik masyarakat juga ikut terdampak sehingga kegiatan usaha di sekitar lokasi mengalami gangguan. Banjir tidak hanya menggenangi rumah dan bangunan, tetapi juga berdampak pada infrastruktur yang digunakan warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Empat akses jalan dilaporkan terdampak, sementara satu unit jembatan mengalami kerusakan akibat kondisi aliran air yang meningkat.
Dampak banjir cukup mengganggu mobilitas masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan jalur penghubung antardesa. Genangan air serta material yang terbawa arus membuat sejumlah jalan tidak dapat langsung digunakan seperti biasa. Kondisi ini menyulitkan warga untuk bepergian, bekerja, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kerusakan jembatan juga menjadi perhatian karena fasilitas tersebut merupakan salah satu infrastruktur penting yang menunjang hubungan antarwilayah dan aktivitas masyarakat setempat.
Menanggapi kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melakukan peninjauan dan pendataan di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan perangkat desa untuk mengetahui kondisi masyarakat. Setelah hujan mereda, air mulai berangsur surut dan akses jalan yang sebelumnya terganggu kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Petugas kemudian melanjutkan penanganan dengan membersihkan lumpur dan material yang terbawa banjir serta memantau infrastruktur yang mengalami kerusakan. Kebutuhan alat berat dan truk tangki juga menjadi bagian dari upaya penanganan agar proses pembersihan dapat berjalan lebih baik.

( Dokumentasi : Petugas membersihkan material longsor di ampelgading. Foto bersumber dari situs Damaremas/BPBD )
Meski kondisi banjir mulai membaik, warga yang rumah dan tempat usahanya terdampak masih harus melakukan pembersihan serta memeriksa bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Perbaikan terhadap akses jalan dan jembatan juga diperlukan agar kegiatan masyarakat dapat kembali berjalan dengan lancar. Dalam laporan BNPB yang menjadi acuan, belum terdapat rincian terperinci mengenai jumlah korban luka, korban jiwa, maupun nilai keseluruhan kerugian materi akibat kejadian ini. Oleh karena itu, informasi mengenai dampak lanjutan masih perlu mengikuti hasil pendataan pemerintah daerah.
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah banjir yang dialami masyarakat di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Banjir yang merendam rumah, tempat usaha, serta merusak fasilitas penghubung tentu memberikan kesulitan tersendiri bagi keluarga yang terdampak. Semoga masyarakat diberikan kekuatan dalam menghadapi masa pemulihan, rumah dan tempat usaha yang mengalami kerusakan dapat segera diperbaiki, serta akses jalan dan jembatan dapat kembali berfungsi dengan baik sehingga warga bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

