Banjir Rendam Konawe Utara, Ratusan Warga dan Sawah Terdampak

Jumat, 15 Mei 2026. Pukul 11 : 28 WIB

https://images.openai.com/static-rsc-4/mHcLwJqccen3_X9zof6y7x-97xXKChqkdHMSdeWgPVuXR3T0Chx6KYhpQOr8kuPkM_BNc04BdEiqDa3VaaOgz3GI6RZXIgdKC4LCuv8lXTCTzhcSIE7lpjSnR9fTfByTXWevGNjF1vVrZOX_XcxgNlk1ZQxewhXEX6Ay5l2ZUeBuIl2GOwymS_LDQcZW1Fzg?purpose=fullsize

Hujan Deras Picu Luapan Sungai, Akses Jalan dan Jembatan Terganggu

Konawe, Sultra – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah pada 11–13 Mei 2026. Debit sungai yang meningkat cepat membuat air meluap ke permukiman warga, area persawahan, hingga akses jalan penghubung antarwilayah.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat turun selama beberapa hari di wilayah hulu sungai dan dataran rendah Konawe Utara.


Ratusan Warga dan Rumah Terdampak

Data BPBD mencatat dampak sementara banjir di Konawe Utara:

  • 692 warga terdampak
  • 148 rumah terdampak
  • genangan air masuk ke kawasan permukiman warga
  • aktivitas masyarakat terganggu akibat banjir dan lumpur.

Sebagian rumah mengalami kerusakan ringan akibat genangan air yang cukup lama, terutama pada bagian lantai rumah, perabot rumah tangga, dan lingkungan sekitar.

Hingga laporan terakhir:

  • belum ada laporan korban jiwa,
  • namun warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.

Fasilitas Umum dan Infrastruktur Ikut Terdampak

Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur, di antaranya:

  • 2 fasilitas pendidikan terdampak
  • 2 jembatan terdampak
  • 4 titik akses jalan terganggu akibat genangan dan arus air.

Beberapa ruas jalan sempat sulit dilalui kendaraan karena tertutup air dan lumpur, sehingga mobilitas warga dan distribusi logistik menjadi terbatas.

Petugas gabungan bersama warga melakukan pemantauan dan pembersihan di beberapa titik terdampak.


Lahan Pertanian Ikut Terendam

https://images.openai.com/static-rsc-4/KtlEi5yj-kWntUmve9kcU43-g9SbKXJy_jTFtVHrOzwJg3KA8NE4Q52AoXPme6znfkLkfrOUcgzrt1fbwHSgLLxSix3zTk5WhKbcQQsS0nMEykj8lHFgq5NMmhikSVsoW7MwDfhv5mFvPOAidTNSuywNCCMrFciGAwu2eC2T3ED3Y9F6D9mDq9YW5dnLiIt-?purpose=fullsize

Banjir juga berdampak pada sektor pertanian. BPBD melaporkan sekitar:

  • 19 hektare sawah terdampak banjir akibat luapan air sungai dan genangan di area persawahan.

Genangan air menyebabkan aktivitas pertanian terganggu dan warga mulai khawatir terhadap potensi kerusakan tanaman apabila air tidak segera surut.


BPBD Pantau Debit Sungai dan Kondisi Cuaca

BPBD Kabupaten Konawe Utara bersama aparat setempat terus melakukan:

  • pendataan wilayah terdampak,
  • pemantauan debit sungai,
  • serta koordinasi penanganan banjir di lapangan.

Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta tetap siaga karena curah hujan di wilayah Sulawesi Tenggara masih berpotensi tinggi pada pertengahan Mei 2026.


Harapan dan Doa

Banjir di Kabupaten Konawe Utara menjadi pengingat bahwa hujan deras dan luapan sungai dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, termasuk permukiman, infrastruktur, dan lahan pertanian.

Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan kekuatan menghadapi situasi ini, serta proses pemulihan berjalan cepat sehingga aktivitas warga dapat kembali normal.
Harapannya, pengelolaan aliran sungai, drainase, serta kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dapat terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.