Rabu, 30 September 2026. Pukul 12 : 38 WIB

( Dokumentasi : Banjir setinggi 1 meter menggenangi Jalan Kopo-Sayati, Kabupaten Bandung. Foto bersumber dari situs Korangala )
Hujan Deras Bikin Jalan Kopo-Sayati Terendam hingga 1 Meter
Kabupaten Bandung, Jawa Barat — 29 September 2026. Hujan deras yang mengguyur kawasan Kabupaten Bandung pada Selasa siang menyebabkan Jalan Raya Kopo-Sayati, Kecamatan Margahayu, terendam banjir. Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 1 meter dan membuat kendaraan kesulitan melintas.
Genangan yang cukup tinggi membuat sejumlah sepeda motor yang mencoba menerobos banjir mengalami mogok. Pengendara mobil pribadi juga banyak yang memilih putar balik dan mencari jalan alternatif. Sementara itu, kendaraan berukuran besar seperti truk masih dapat melintas di beberapa bagian jalan yang tergenang.

( Dokumentasi : Kondisi banjir di Jalan Raya Kopo Sayati atau Jalan Dengdek (Jadek), Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026). Foto bersumber dari situs Detik )
Hujan deras disebut mulai turun sekitar pukul 13.00 WIB. Tidak lama kemudian, air dari saluran drainase dan sejumlah sungai kecil meluap hingga ke badan jalan. Kondisi tersebut membuat perjalanan warga menuju maupun dari arah Soreang terganggu.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam laporan yang tersedia mengenai banjir ini. Untuk kerusakan, laporan yang ditemukan lebih banyak menyebut gangguan pada akses jalan dan kendaraan yang mogok akibat terendam, sementara belum ada laporan yang menyebut jumlah rumah rusak atau rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir tersebut.
Warga menyebut banjir di kawasan Kopo-Sayati bukan kejadian baru dan kerap terjadi ketika hujan deras. Kondisi tersebut kembali menjadi persoalan karena ruas jalan ini merupakan salah satu jalur yang banyak digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas banjir yang mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat di kawasan Kopo-Sayati. Semoga air segera surut dan kondisi warga maupun akses jalan dapat kembali normal.

