Senin, 5 Oktober 2026. Pukul 12 : 52 WIB

( Dokumentasi : Banjir di Kecamatan O’o’u dan Kecamatan Maniamolo di Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatra Utara, Jumat, 2 Oktober 2026. Foto bersumber dari situs Metrotv/BPBD )
Hujan Lebat Picu Banjir di Nias Selatan, Rumah dan Sejumlah Fasilitas Umum Ikut Terdampak
Nias Selatan, Sumatera Utara — 2 Oktober 2026. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di Desa Hilimbowo, Kecamatan O’o’u, dan Desa Ndraso Maniamolo, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Banjir terjadi setelah hujan deras membuat aliran sungai meluap dan air masuk ke kawasan permukiman warga.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 75 kepala keluarga (KK) terdampak dalam kejadian tersebut. Kerusakan sementara yang berhasil didata meliputi sekitar 60 unit rumah, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, dan satu balai desa.
Laporan dari wilayah Kecamatan O’o’u menyebut air banjir menggenangi puluhan rumah warga dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter hingga 50 sentimeter. Air juga menggenangi sejumlah ruas jalan dan area perkebunan masyarakat. Beberapa perabot rumah tangga, tempat tidur, peralatan dapur, hingga hewan ternak warga dilaporkan hanyut terbawa arus.

( Dokumentasi : Banjir menggenangi permukiman warga di Kecamatan O’o’u, Kabupaten Nias Selatan, setelah hujan deras mengguyur wilayah Kepulauan Nias, Jumat (2/10/2026). Foto bersumber dari situs Kutipan )
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sejumlah warga sempat melakukan penyelamatan mandiri dan mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Kondisi banjir kemudian berangsur surut hingga Sabtu pagi, 3 Oktober 2026.
Selain rumah warga, fasilitas umum juga mengalami dampak. Pemerintah setempat mencatat kerusakan pada balai desa, rumah ibadah, badan jalan, serta bangunan rabat beton yang digunakan sebagai tembok penahan banjir. Setelah air surut, penanganan dilanjutkan dengan pembersihan material lumpur serta rencana normalisasi sungai dan tembok penahan.
Banjir ini menjadi salah satu bencana hidrometeorologi yang terjadi di awal Oktober akibat tingginya curah hujan. Pemerintah daerah bersama BPBD melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak untuk memastikan kondisi warga dan lingkungan kembali aman.
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah yang dialami masyarakat di Kabupaten Nias Selatan. Kami turut sedih melihat puluhan rumah dan sejumlah fasilitas masyarakat mengalami kerusakan akibat banjir. Semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan, serta kondisi lingkungan dan fasilitas yang rusak dapat segera dipulihkan.

