Senin, 13 April 2026. Pukul 12 : 08 WIB
( Dokumentasi : Air luapan Sungai Citarum juga merendam ratusan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot dengan ketinggian mencapat 1 meter. Sementara akses jalan yang menghubungkan Dayeuhkolot-Banjaran juga terputus. Foto bersumber dari situs ANTARA )
Luapan Sungai Datang Bersamaan, Permukiman Kembali Terendam Air
Bandung, Jawa Barat — Banjir kembali merendam kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung pada Sabtu, 11 April 2026 malam hingga 12 April 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah Bandung dan sekitarnya. Luapan beberapa sungai menyebabkan air dengan cepat masuk ke permukiman warga.
Banjir dipicu oleh meluapnya sejumlah aliran sungai, terutama Sungai Citarum dan anak sungainya, yang tidak mampu menampung debit air akibat curah hujan tinggi dalam waktu singkat.
Wilayah Terdampak dan Kondisi Lapangan
Wilayah terdampak meliputi:
- Desa Dayeuhkolot
- Desa Citeureup
- Desa Cangkuang Wetan
- Kelurahan Pasawahan
Ketinggian air bervariasi antara 10 cm hingga 130 cm, bahkan di beberapa titik mencapai lebih dari 1 meter, membuat aktivitas warga lumpuh sementara.
Akses jalan di sejumlah kawasan juga sempat terganggu akibat genangan air yang cukup tinggi.
Dampak Kerusakan: Ratusan Rumah Terendam
( Dokumentasi : Warga tetap beraktivitas di tengah banjir. Foto bersumber dari situs ANTARA )
Data sementara mencatat:
- ±693 rumah terendam banjir
- 2 sekolah dan 1 fasilitas umum terdampak
- Jalan lingkungan dan akses warga ikut terendam
- Perabotan rumah tangga warga rusak akibat air dan lumpur
Sebagian warga tetap bertahan di rumah, sementara sebagian lainnya memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti masjid dan kantor desa.
Dampak Jiwa: Puluhan Ribu Warga Terdampak
Banjir ini berdampak luas terhadap masyarakat:
- ±19.408 jiwa terdampak (6.877 kepala keluarga)
- Dalam perkembangan terbaru, jumlah ini meningkat hingga lebih dari 21.000 jiwa
- Puluhan warga terpaksa mengungsi di beberapa titik pengungsian
Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian ini.
Kondisi Pasca Kejadian
Air dilaporkan mulai berangsur surut pada 12 April, namun sebagian wilayah masih tergenang hingga beberapa hari setelahnya.
Warga bersama aparat setempat melakukan:
- Pembersihan lumpur di rumah
- Pendataan kerusakan
- Pemulihan aktivitas secara bertahap
Harapan untuk Pemulihan dan Pencegahan
( Dokumentasi : Warga menggunakan sampan untuk melintasi banjir. Foto bersumber dari situs ANTARA )
Banjir yang kembali terjadi di Dayeuhkolot menunjukkan bahwa wilayah ini masih sangat rentan terhadap luapan sungai saat curah hujan tinggi.
Diharapkan proses pemulihan dapat berjalan cepat, serta adanya langkah penanganan yang lebih baik ke depan, terutama dalam pengelolaan sungai dan sistem drainase, agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Doa dan harapan terbaik bagi seluruh warga yang terdampak, semoga kondisi segera membaik dan aktivitas dapat kembali berjalan seperti semula.

