Banjir Rendam 120 Rumah di Padang, 498 Warga Terdampak dan Sejumlah Akses Jalan Terputus

Senin, 12 Oktober 2026. Pukul 12 : 02 WIB 

( Dokumentasi : Petugas BPBD Kota Padang melakukan evakuasi warga akibat tingginya debit air, Sabtu (10/10/2026), Foto Bersumber dari situs Kompas )

Hujan Deras Picu Luapan Sungai di Tiga Kecamatan, Ratusan Warga Dievakuasi ke Tempat Aman

Padang, Sumatera Barat — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Sabtu siang menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga. Banjir melanda tiga kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo, yang mencakup enam kelurahan. Peristiwa tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan membuat sejumlah warga harus meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri.

Berdasarkan pendataan sementara BPBD Kota Padang hingga Sabtu malam pukul 22.45 WIB, sebanyak 498 jiwa terdampak dan sekitar 120 rumah terendam banjir. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Kuranji, Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Tabing Banda Gadang, dan Gurun Laweh. Hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur sekitar pukul 12.00 WIB, sedangkan laporan banjir pertama diterima petugas dari kawasan Kuranji sekitar pukul 12.52 WIB.

( Dokumentasi : Banjir Bandang Rendam 120 Rumah di Padang, 498 Jiwa Terdampak dan 238 Warga Berhasil Dievakuasi, Foto Bersumber dari situs Topik )

Kerusakan rumah dilaporkan terjadi di Kecamatan Kuranji. Dari pendataan yang tersedia, empat rumah mengalami kerusakan sedang dan satu rumah mengalami kerusakan berat. Selain rumah warga, banjir juga menyebabkan akses jalan di sekitar PDAM Guo, Kuranji, terputus sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan petugas yang melakukan penanganan di lapangan.

Petugas juga menyoroti kerusakan pada tanggul di aliran Sungai Lapau Munggu, Kuranji, yang perlu segera ditangani untuk mengurangi risiko banjir susulan. Kondisi jalan dan saluran air menjadi perhatian karena hujan kembali berpotensi meningkatkan debit sungai dan mengganggu wilayah permukiman.

Untuk membantu warga, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan unsur pemerintah daerah melakukan evakuasi menggunakan perahu penyelamatan serta kendaraan operasional. Berdasarkan laporan BPBD hingga Sabtu malam, 238 warga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Dalam pembaruan lain pada Minggu pagi, terdapat laporan jumlah pengungsi mencapai 672 orang. Angka tersebut berasal dari waktu pembaruan yang berbeda, sehingga pendataan jumlah warga terdampak dan pengungsi masih perlu mengikuti informasi resmi terbaru.

( Dokumentasi : Banjir Padang: 498 Warga Terdampak, 120 Rumah Terendam, Lubuk Minturun Jadi Perhatian, Foto Bersumber dari situs Kabaminang )

Dalam laporan yang ditelusuri, belum ada korban jiwa yang dilaporkan akibat banjir di Kota Padang. Meski demikian, warga yang terdampak masih menghadapi kerusakan tempat tinggal, gangguan akses jalan, serta kekhawatiran terhadap kemungkinan banjir kembali terjadi apabila hujan deras berlanjut.

Banjir ini menjadi pengingat bahwa curah hujan tinggi dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar sungai dan kawasan rawan genangan. Penanganan tanggap darurat, pemulihan rumah, serta perbaikan infrastruktur menjadi bagian penting agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah banjir yang dialami masyarakat Kota Padang. Kami turut sedih melihat ratusan warga terdampak, rumah-rumah terendam, dan akses jalan masyarakat terputus akibat luapan air. Semoga seluruh warga diberikan keselamatan dan kekuatan, serta kondisi lingkungan dan fasilitas yang rusak dapat segera dipulihkan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.