Selasa, 29 September 2026. Pukul 12 : 38 WIB
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/td78atd78adaadapjfgg.jpg)
( Dokumentasi : Hujan deras berdurasi panjang yang mengguyur wilayah Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah memicu banjir luapan sungai yang merendam empat desa sekaligus pada Minggu (28/9/2026) pagi. Foto bersumber dari situs Tribunnews )
Hujan Deras dan Tanggul yang Jebol Picu Luapan Sungai di Empat Desa Toribulu
PARIGI MOUTONG, SULAWESI TENGAH — Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Minggu, 27 September 2026 pagi.
Banjir terjadi setelah hujan deras meningkatkan debit sungai hingga meluap ke permukiman warga. Dalam perkembangan pendataan, banjir berdampak pada Desa Toribulu Selatan, Tomoli Utara, Sibalago dan Singura.
160 Rumah Terdampak
BNPB mencatat sedikitnya 160 rumah dan tiga fasilitas umum terdampak. Sementara hasil pendataan TRC dan Pusdalops BPBD Sulawesi Tengah yang dipublikasikan pada 28 September mencatat sekitar 155 KK terdampak.
Rinciannya, terdapat sekitar 25 rumah di Sibalago, 35 rumah di Toribulu Selatan, 30 rumah di Singura dan 70 rumah di Tomoli Utara.
Di Desa Tomoli Utara, sebanyak 70 rumah terdampak, dengan kelompok rentan turut berada di kawasan yang terkena genangan. Sementara di Singura, air merendam sekitar 30 rumah dan berdampak pada sejumlah fasilitas pendidikan.
Tanggul Jebol dan Infrastruktur Tidak Mampu Menampung Air

( Dokumentasi : Banjir di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, rendam 160 rumah warga. Minggu (27/9/2026). Foto bersumber dari situs Kompas/BPBD )
Salah satu penyebab yang memperparah banjir berada di Desa Toribulu Selatan, di mana dua plat duiker di Jalan Trans dan satu plat duiker di depan kantor camat disebut tidak mampu menampung debit air secara optimal dan mengalami penyumbatan oleh material serta sampah.
Di Desa Sibalago, pasangan bronjong di tepi sungai juga mengalami penurunan. Kondisi tersebut membuat infrastruktur pengendali aliran air membutuhkan perbaikan.
Sementara di Tomoli Utara, banjir berkaitan dengan jebolnya tanggul sungai sehingga air masuk ke kawasan permukiman.
Persediaan Beras Delapan KK Hanyut
Meski banjir telah surut dan tidak dilaporkan menyebabkan warga harus mengungsi, dampaknya masih dirasakan setelah air meninggalkan permukiman.
BPBD mencatat delapan KK di Desa Sibalago kehilangan persediaan beras karena hanyut terbawa banjir. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pangan menjadi salah satu hal yang perlu segera diperhatikan dalam penanganan pascabencana.
Selain kebutuhan logistik, pemerintah daerah juga perlu memperbaiki infrastruktur pengendali banjir, termasuk bronjong, sungai dan plat duiker yang terdampak.
Tidak Ada Korban Jiwa
Dalam pendataan yang tersedia, tidak terdapat korban meninggal dunia maupun warga yang mengungsi akibat banjir tersebut.
Kondisi banjir dilaporkan telah surut. Namun, pemerintah dan petugas masih melakukan asesmen terhadap dampak serta kebutuhan warga di empat desa terdampak.
Pemerintah Perlu Perkuat Infrastruktur

( Dokumentasi : Banjir merendam sedikitnya 160 rumah di empat desa di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (27/9/2026). Foto bersumber dari situs Bulletin )
Hasil asesmen BPBD menunjukkan beberapa kebutuhan penanganan lanjutan, antara lain normalisasi sungai, perbaikan bronjong di Sibalago, pelebaran plat duiker di Toribulu Selatan serta pembangunan bronjong di Tomoli Utara.
Langkah tersebut diperlukan agar kapasitas aliran air menjadi lebih baik dan genangan tidak kembali meluas ketika hujan deras turun dalam waktu lama.
Data Dampak Sementara
| Dampak | Data |
|---|---|
| Desa terdampak | 4 desa |
| Kecamatan | Toribulu |
| Rumah terdampak | 160 rumah |
| KK terdampak | ±155 KK |
| Fasilitas umum | 3 unit |
| KK kehilangan persediaan beras | 8 KK |
| Pengungsi | Tidak ada laporan |
| Korban jiwa | Tidak ada laporan |
| Kondisi terbaru | Banjir sudah surut |
Doa dan Harapan untuk Masyarakat Parigi Moutong
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas banjir yang melanda masyarakat di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong.
Semoga seluruh warga yang terdampak diberikan kesehatan, keselamatan dan kekuatan dalam membersihkan rumah serta memulihkan kehidupan setelah banjir. Semoga masyarakat yang kehilangan persediaan pangan dapat segera kembali memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Semoga pemerintah bersama seluruh pihak terkait dapat segera memperbaiki sungai, tanggul, bronjong dan saluran air yang mengalami kerusakan agar masyarakat tidak kembali menghadapi dampak yang sama ketika hujan deras datang.
Doa dan harapan terbaik untuk seluruh masyarakat Parigi Moutong.

