Rabu, 9 September 2026. Pukul 15 : 39 WIB

( Dokumentasi : Banjir Kembali Rendam Lahomi Nias Barat, Air Masuk Rumah Warga . Foto bersumber dari situs Disrupsi )
Hujan Deras Picu Luapan Sungai Lahomi dan Moro’o, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat
NIAS BARAT, SUMATERA UTARA — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Nias Barat sejak Minggu, 6 September 2026 menyebabkan Sungai Lahomi dan Sungai Moro’o meluap. Air kemudian merendam permukiman warga di sedikitnya 13 desa yang tersebar di empat kecamatan.
Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Nias Barat, sebanyak 595 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, sementara 36 unit rumah mengalami kerusakan. Data kerusakan tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi petugas di lapangan.
Empat kecamatan yang terdampak adalah Lahomi, Sirombu, Mandrehe Barat, dan Mandrehe. Di Kecamatan Lahomi tercatat sekitar 331 KK terdampak, Sirombu 110 KK, Mandrehe Barat 54 KK dan Mandrehe 100 KK.
Air Rendam Rumah dan Merusak Akses Jalan
Di sejumlah lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar pinggang orang dewasa. Selain memasuki rumah warga, banjir juga merusak berbagai barang milik masyarakat, termasuk perabot rumah tangga, peralatan elektronik dan barang dagangan.
Sejumlah jalan antardesa dan akses jalan provinsi juga terdampak. Beberapa ruas dilaporkan mengalami gangguan bahkan kerusakan fisik akibat derasnya arus banjir. Jembatan dan akses penghubung masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah daerah.
Banjir juga menyebabkan sejumlah ternak milik warga mati, menambah dampak ekonomi yang harus dihadapi masyarakat setelah air merendam permukiman dan lahan mereka.
Meski dampaknya cukup luas, belum terdapat laporan korban jiwa dalam data yang tersedia hingga pembaruan sebelum pukul 15.00 WIB pada 9 September.
Pemkab Nias Barat Tetapkan Status Tanggap Darurat

( Dokumentasi : Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, sejak Minggu (6/9/2026), memicu luapan Sungai Lahomi dan Sungai Moro’o. Foto bersumber dari situs Wartasasambo )
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Nias Barat menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir selama tujuh hari, mulai 7 hingga 14 September 2026.
Penetapan tersebut dilakukan untuk mempercepat mobilisasi personel, penanganan warga, pendistribusian bantuan serta penanganan wilayah dan infrastruktur yang terdampak.
BPBD bersama TNI, Polri dan unsur relawan melakukan asesmen di lapangan. Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan bahan pangan, air bersih, pelayanan kesehatan, posko pelayanan dan dapur umum sesuai kebutuhan warga.
Pemerintah daerah juga melakukan pemeriksaan terhadap jalan, jembatan dan fasilitas lain yang mengalami kerusakan. Data mengenai rumah, infrastruktur, ternak dan kerugian masyarakat terus dikumpulkan agar penanganan dapat dilakukan berdasarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Pemerintah Waspadai Banjir Susulan
Hingga Selasa, 8 September 2026, pemerintah daerah masih memantau debit Sungai Lahomi dan Moro’o. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai serta wilayah rawan banjir diminta tetap berhati-hati karena kondisi cuaca masih dinamis dan hujan susulan dapat kembali meningkatkan debit air.
Pemerintah Kabupaten Nias Barat juga mulai mendorong koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh terhadap kondisi Sungai Lahomi dan Sungai Moro’o, termasuk kemungkinan adanya sedimentasi, penyempitan alur, kerusakan tebing atau kebutuhan bangunan pengendali banjir.
Data Dampak Sementara
| Dampak | Data |
|---|---|
| Wilayah terdampak | 13 desa |
| Kecamatan terdampak | 4 kecamatan |
| KK terdampak | 595 KK |
| Rumah rusak | 36 unit |
| Korban jiwa | Belum ada laporan |
| Status | Tanggap Darurat, 7–14 September 2026 |
| Penyebab utama | Hujan intensitas tinggi dan luapan Sungai Lahomi serta Moro’o |
Doa untuk Masyarakat Nias Barat
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut mendoakan seluruh masyarakat Kabupaten Nias Barat yang terdampak banjir. Semoga warga yang rumah dan kehidupannya terdampak diberikan kesehatan, keselamatan dan kekuatan dalam menghadapi kondisi ini.
Semoga air segera surut, akses jalan dan fasilitas masyarakat dapat segera dipulihkan, serta proses pendataan dan penanganan dapat berjalan cepat dan tepat.
Semoga pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus memperkuat langkah mitigasi dan penanganan sungai agar banjir serupa tidak kembali memberikan dampak besar kepada masyarakat.
Doa dan harapan terbaik untuk seluruh masyarakat Nias Barat.

