Jumat, 23 Oktober 2026. Pukul 17 : 23 WIB

( Dokumentasi : Banjir di takengon aceh. Foto bersumber dari tangkapan layar youtube destinasi gayo )
Hujan lebat yang mengguyur kawasan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, kembali menyebabkan banjir di Desa Pedekok, Kecamatan Pegasing, pada Jumat, 23 Oktober 2026. Genangan air masuk ke permukiman warga dengan ketinggian yang dilaporkan mencapai 58 sentimeter. Banjir tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, terutama warga yang rumahnya berada di sekitar jalur aliran air. Kondisi ini membuat masyarakat harus menghadapi genangan di lingkungan tempat tinggal mereka sambil menunggu air surut dan situasi kembali aman.
Berdasarkan laporan pemantauan bencana yang terindeks pada 23 Oktober 2026, banjir di Desa Pedekok terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan Takengon. Sejumlah laporan mengenai kejadian ini juga menyebutkan bahwa air kembali merendam rumah warga. Genangan setinggi lebih dari setengah meter berpotensi mengganggu kegiatan sehari-hari, terutama apabila air masuk ke bagian dalam rumah dan menutupi akses keluar masuk permukiman. Meski demikian, informasi mengenai kerusakan bangunan maupun barang milik warga akibat banjir kali ini belum dirinci dalam laporan yang ditemukan.

( Dokumentasi : Banjir di takengon aceh. Foto bersumber dari tangkapan layar youtube destinasi gayo )
Banjir berulang di Desa Pedekok bukan persoalan baru. Dalam pemberitaan ANTARA , warga setempat pernah mengeluhkan luapan air yang kerap terjadi ketika hujan turun deras. Saat itu, saluran air di ruas jalan Takengon–Isaq dinilai belum mampu menampung aliran air dari kawasan sekitarnya. Warga juga menyampaikan bahwa banjir sebelumnya telah merugikan pemilik kolam ikan dan lahan persawahan. Catatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan aliran air di sekitar Pedekok pernah menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah daerah. Namun, penyebab teknis banjir pada 23 Oktober 2026 tetap memerlukan pemeriksaan berdasarkan kondisi terbaru di lapangan.
Terkait dampak banjir kali ini, laporan yang berhasil ditelusuri belum mencantumkan jumlah pasti rumah yang terendam atau mengalami kerusakan, jumlah kepala keluarga dan jiwa yang terdampak, maupun nilai kerugian materi. Informasi mengenai korban luka, korban jiwa, dan warga yang harus mengungsi juga belum dapat dipastikan dari sumber yang tersedia. Karena itu, data tersebut masih perlu menunggu pembaruan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah atau pihak berwenang lainnya agar jumlah dampak yang disampaikan kepada masyarakat tidak keliru.
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas banjir yang kembali melanda Desa Pedekok, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Bencana yang berulang dapat menambah kesulitan warga dalam menjaga kondisi rumah, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan menjalankan aktivitas dengan nyaman. Semoga air segera surut, kondisi lingkungan kembali aman, dan warga yang terdampak dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Diharapkan pula penanganan serta upaya perbaikan saluran air dapat terus diperhatikan agar risiko banjir berulang dapat dikurangi.

