Selasa, 3 November 2026. Pukul 10 : 12 WIB

( Dokumentasi : Banjir Trumon Aceh Selatan Meluas ke Tiga Desa, 794 Jiwa Terdampak. Foto bersumber dari situs Bacakoran )
Trumon, Aceh – Banjir yang melanda kawasan Kecamatan Trumon dan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, semakin meluas hingga Senin, 2 November 2026. Luapan Sungai Lae Soeraya dan Krueng Trumon Raya menyebabkan air masuk ke permukiman warga di sejumlah desa. Ketinggian genangan dilaporkan berkisar antara 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter. Banjir yang telah berlangsung selama enam hari tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu dan sebagian warga harus meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, sebanyak 794 jiwa terdampak banjir di tiga desa yang tersebar di dua kecamatan. Ketiga wilayah tersebut adalah Gampong Padang Harapan di Kecamatan Trumon dengan 124 jiwa terdampak, Gampong Lhok Raya di Kecamatan Trumon Tengah dengan 560 jiwa, serta Gampong Cot Bayu yang juga berada di Kecamatan Trumon Tengah dengan 114 jiwa terdampak. Jumlah warga terdampak ini meningkat dibandingkan laporan sebelumnya yang masih mencatat dua desa dengan total 674 jiwa.
Kondisi pengungsian menjadi salah satu perhatian dalam penanganan banjir ini. Sebanyak 124 warga Gampong Lhok Raya telah dievakuasi ke posko pengungsian di Kompi C Brimob untuk mendapatkan tempat yang lebih aman. Sementara itu, warga terdampak di Gampong Cot Bayu mengungsi ke rumah kerabat, lembaga pendidikan, dan sejumlah tempat lainnya. Adapun sebagian warga Gampong Padang Harapan masih bertahan di rumah masing-masing sambil memantau perkembangan ketinggian air. Perbedaan kondisi di setiap desa membuat petugas harus terus melakukan pemantauan dan memastikan warga yang membutuhkan evakuasi mendapatkan bantuan.

( Dokumentasi : Sungai Krueng Lamie dan Krueng Tripa meluap sebabkan di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Foto bersumber dari situs Pojoksatu/BPBD )
Penanganan banjir melibatkan BPBD, personel TNI, Polri, Brimob, serta unsur terkait lainnya. Petugas melakukan pemantauan ketinggian air, membantu proses evakuasi, dan memperhatikan keselamatan kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan warga yang membutuhkan pertolongan khusus. Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari sejak 31 Oktober 2026. Penetapan tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi penanganan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila hujan deras kembali turun.
Banjir yang berlangsung selama beberapa hari tentu menimbulkan kesulitan bagi keluarga yang terdampak, terutama mereka yang harus meninggalkan rumah dan menjalani aktivitas dari tempat pengungsian. Kebutuhan sehari-hari, tempat tinggal sementara, kesehatan, serta keamanan lingkungan menjadi hal penting yang harus diperhatikan selama masa penanganan. Hingga laporan BPBD pada 2 November diterbitkan, belum tersedia rincian lengkap mengenai jumlah keseluruhan rumah yang mengalami kerusakan maupun nilai kerugian materi akibat banjir ini.
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah banjir yang dialami masyarakat di Kecamatan Trumon dan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Semoga warga yang masih berada di pengungsian diberikan kekuatan dan seluruh kebutuhan mereka dapat terpenuhi selama menghadapi situasi ini. Diharapkan kondisi air segera surut, masyarakat dapat kembali ke rumah dengan aman, dan proses pemulihan kehidupan warga terdampak dapat berjalan dengan baik.

