Selasa, 27 Oktober 2026. Pukul 11 : 21 WIB

( Dokumentasi : Banjir di wilayah Kota Subulussalam, Provinsi Aceh. Foto bersumber dari situs Catrawarta/BPBA )
Aceh – Hujan deras yang mengguyur Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, menyebabkan banjir di sejumlah permukiman warga pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Meningkatnya debit air hingga meluap membuat genangan masuk ke kawasan tempat tinggal masyarakat dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Dampak banjir cukup besar karena ratusan rumah terdampak di beberapa desa. Selain permukiman, fasilitas pendidikan juga ikut terkena dampak sehingga kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas belajar anak-anak, harus menyesuaikan kondisi di lapangan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang diberitakan pada Senin, 26 Oktober 2026, sebanyak 342 rumah terdampak banjir. Rinciannya meliputi 292 rumah di Desa Jabi-Jabi, 20 rumah di Desa Sigrun, dan 30 rumah di Desa Suak Jampak. Banyaknya rumah yang terdampak menunjukkan bahwa banjir tidak hanya mengganggu sebagian kecil wilayah, tetapi juga memengaruhi kehidupan masyarakat di sejumlah permukiman. Meski demikian, data lengkap mengenai jumlah kepala keluarga dan jiwa yang terdampak masih belum tercantum dalam laporan yang dirujuk.

( Dokumentasi : Banjir Rendam 342 Rumah di Subulussalam, BNPB Ingatkan Ancaman Bencana Susulan Foto bersumber dari situs Garudatv )
Banjir juga merendam SD Negeri 1 Jabi-Jabi. Kondisi tersebut menyebabkan kegiatan belajar mengajar pada Senin, 26 Oktober 2026, terpaksa diliburkan. Genangan di lingkungan sekolah menjadi kendala bagi siswa dan tenaga pengajar untuk menjalankan kegiatan pendidikan seperti biasa. Penghentian sementara kegiatan belajar dilakukan agar aktivitas sekolah tidak berlangsung ketika kondisi lingkungan masih terdampak banjir.
BPBD Kota Subulussalam melakukan pendataan dan pemantauan di sejumlah lokasi untuk mengetahui perkembangan kondisi banjir serta dampaknya terhadap masyarakat. Pendataan diperlukan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai rumah yang terdampak dan kebutuhan warga setelah genangan surut. Dalam laporan yang tersedia, belum terdapat keterangan terperinci mengenai jumlah korban luka, korban jiwa, warga yang mengungsi, maupun besarnya kerugian materi akibat kejadian ini. Oleh karena itu, angka-angka tersebut masih memerlukan informasi lanjutan dari pihak berwenang.

( Dokumentasi : Banjir rendam 342 unit rumah warga di Subulussalam. Foto bersumber dari situs Modusaceh )
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah banjir yang dialami masyarakat Kota Subulussalam, khususnya warga Desa Jabi-Jabi, Desa Sigrun, dan Desa Suak Jampak. Banjir yang merendam rumah dan fasilitas pendidikan dapat mengganggu kehidupan keluarga serta kegiatan belajar anak-anak. Semoga air segera surut sepenuhnya, lingkungan permukiman kembali aman, dan masyarakat yang terdampak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Diharapkan pula proses pendataan dan penanganan oleh petugas berjalan dengan baik sehingga kebutuhan warga dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi di lapangan.

