Banjir di Sembakung Nunukan Masih Berdampak, Ratusan Rumah dan Fasilitas Umum Terdampak

Jumat, 22 Mei 2026. Pukul 15 : 06 WIB

( Dokumentasi : Salah satu rumah warga di Desa Atap yang kondisi tanah bangunan mengalami longsor. foto bersumber dari BPBD )

Curah Hujan Tinggi Sejak 21–22 Mei 2026 Sebabkan Genangan di Sejumlah Desa

Nunukan, Kaltara – Banjir masih melanda wilayah Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara hingga 21–22 Mei 2026. Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sungai menyebabkan debit Sungai Sembakung meningkat dan meluap ke area permukiman warga di beberapa desa.

BPBD Nunukan melaporkan kondisi banjir mulai berangsur surut di beberapa titik, namun sejumlah wilayah masih terdampak genangan dan ancaman longsor di bantaran sungai.


Ratusan Rumah dan Warga Terdampak

Berdasarkan laporan BPBD dan sejumlah pemberitaan daerah, dampak banjir di Kecamatan Sembakung meliputi:

  • sekitar 110 rumah warga terdampak,
  • sedikitnya 136 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 458 jiwa terdampak di Desa Atap,
  • beberapa desa lain seperti Tagul, Manuk Bungkul, Lubakan, dan Tujung juga mengalami genangan.

Sebagian warga di Desa Tujung dilaporkan melakukan relokasi mandiri ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko banjir susulan.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum turut terdampak, antara lain:

  • Pos Damkar,
  • GOR Sembakung,
  • kantor pelayanan pemerintahan,
  • sekolah,
  • fasilitas kesehatan,
  • serta rumah ibadah.

Longsor Mulai Mengancam Permukiman Warga

( Dokumentasi : Rumah yang terdampak banjir. foto bersumber dari Nunukankab )

Di tengah kondisi banjir yang mulai surut, ancaman baru muncul berupa longsor di bantaran Sungai Sembakung, terutama di RT 04 Desa Atap. Arus sungai yang deras menyebabkan tanah di sekitar permukiman warga terkikis.

Dampak yang dilaporkan:

  • 4 rumah warga terdampak longsor,
  • 1 KK dengan 4 jiwa terpaksa membongkar sebagian dapur rumah mereka secara mandiri demi menghindari risiko longsor yang lebih besar.

BPBD Nunukan terus melakukan pemantauan di area rawan abrasi dan longsor untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah susulan.


Aktivitas Warga Berangsur Normal Meski Genangan Masih Ada

Meski beberapa wilayah masih tergenang, aktivitas masyarakat di Kecamatan Sembakung mulai berangsur normal. Pelayanan pemerintahan, kegiatan sekolah, dan aktivitas ekonomi masyarakat dilaporkan tetap berjalan di sebagian wilayah.

Petugas BPBD bersama aparat desa tetap bersiaga dan melakukan pemantauan tinggi muka air sungai untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila hujan kembali meningkat.


Harapan dan Doa

Banjir yang melanda Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan menjadi pengingat bahwa wilayah perbatasan dengan aliran sungai besar memiliki risiko tinggi terhadap banjir dan longsor saat curah hujan meningkat.

Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan kekuatan menghadapi situasi ini, serta proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga aktivitas warga kembali normal.
Harapannya, penanganan bantaran sungai, mitigasi longsor, dan sistem peringatan dini dapat terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.