Banjir di Luwu Utara Masih Berlangsung, Sejumlah Wilayah Terdampak Genangan

Kamis, 21 Mei 2026. Pukul 15 : 18 WIB

Curah Hujan Tinggi Sejak 18 Mei Sebabkan Aktivitas Warga Terganggu

https://images.openai.com/static-rsc-4/Qm1jmOFen0_D9XVKIdEtCEIUYh5qmtrPp1hW0Mep4UfPo2gTbghuZMb6ZdcpwuKbw9CMBeDeTVPRSgldJk_-_oAqIr5cLqcJgeIC46kU6gwQedrp37lUEhqKPdpe4ElyeZIBCQA0hrFZDXlhuJgCKvfduA1zgWTLMqVM8fSnJNPQRPZsYyxUvY5iikzNNL2T?purpose=fullsize

( Dokumentasi : Warga dan rumah yang Terdampak Banjir. Foto bersumber dari situs Detik )

Luwu Utara, Sulsel – Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu Utara hingga 20–21 Mei 2026 setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak 18 Mei 2026. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit sungai meningkat dan air meluap ke area permukiman warga di beberapa kecamatan.

Pemerintah daerah bersama BPBD masih melakukan penanganan dan pemantauan di lokasi terdampak karena genangan di beberapa titik belum sepenuhnya surut.


Permukiman Warga dan Akses Lingkungan Terdampak

Berdasarkan laporan BPBD dan sejumlah pemberitaan daerah, banjir menyebabkan:

  • rumah warga terdampak genangan,
  • akses lingkungan dan jalan desa terganggu,
  • aktivitas masyarakat sempat terhambat akibat air dan lumpur.

Sebagian warga mulai membersihkan rumah dan lingkungan sekitar setelah debit air perlahan menurun di beberapa wilayah. Namun, beberapa titik masih mengalami genangan akibat hujan yang terus turun secara berkala.

Hingga laporan terakhir:

  • belum ada laporan korban jiwa,
  • namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan banjir susulan apabila hujan kembali meningkat.

Status Tanggap Darurat Masih Berlangsung

https://images.openai.com/static-rsc-4/1OGNXEsU4Z998Q484d-eoUCb08HR-h6YsIxHOzM7m7nWCsJicTjZr4EpiGtOdgukGLW5waqNgnYv68ryTskZBfLaqVlKiFw3T3SmyBuVMSkMDevDOXl6Q1qM6tD7qt-55mW_zz5-6sfjoyBE8nz6bRMLfIbCiYZQK6Rnt4jl3dzdJyWd2ePYYzqu6dmvGowd?purpose=fullsize

( Dokumentasi : Warga dan rumah yang Terdampak Banjir. Foto bersumber dari situs Antara )

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat proses penanganan banjir dan pemulihan wilayah terdampak. Petugas gabungan terus melakukan:

  • pemantauan debit sungai,
  • pendataan rumah terdampak,
  • serta pengecekan akses jalan dan fasilitas umum.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Luwu Utara, sehingga masyarakat diminta tetap berhati-hati terutama di daerah bantaran sungai dan dataran rendah.


Aktivitas Warga Perlahan Mulai Pulih

https://images.openai.com/static-rsc-4/xB-0RIZXXenTKZ-GekzsjqiTFctX5gR7ePsDEKDv2ULsoJ3hhghZElLHSFWYuTULjyTSvQsrCe3XAiEPwS0eZ1rHbe14KLGieUIDXWiTA5pEJO9XqlOi4Q5-0NR5ohB2PTSyHmSM7psXuKyLBFW9UpxRfiGM3fIxO4PsdM5OrUBOTXxz-Cq2evobafca8LyB?purpose=fullsize

( Dokumentasi : Area yang sempat Terdampak Banjir. Foto bersumber dari situs Detik )

Di beberapa lokasi, warga mulai melakukan pembersihan rumah, halaman, dan saluran air dari lumpur sisa banjir. Aktivitas masyarakat perlahan kembali berjalan meski sebagian akses lingkungan masih licin dan tergenang.

Petugas BPBD bersama aparat setempat tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya genangan apabila cuaca kembali memburuk.


Harapan dan Doa

Banjir yang masih berlangsung di Kabupaten Luwu Utara menjadi pengingat bahwa curah hujan tinggi dan kondisi sungai yang meluap dapat berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat.

Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan kekuatan menghadapi situasi ini, serta proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga aktivitas warga kembali normal.
Harapannya, penanganan aliran sungai, sistem drainase, dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dapat terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.