Banjir dan Longsor Terjang Semarang, Ratusan Rumah, serta 313 KK Terdampak dan Korban Jiwa Berjatuhan

Senin, 18 Mei 2026. Pukul 11 : 26 WIB 

Hujan Desas Bikin Banjir di Kota Semarang, 1 Tewas - JPNN.com Jateng

( Dokumentasi : Banjir merendam Jalan Prof Hamka Kota Semarang. Foto bersumber dari situs JPNN )

Semarang, Jateng – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Semarang pada Jumat malam (15/5/2026) menyebabkan banjir, longsor, tanggul jebol, hingga kerusakan rumah dan fasilitas umum di sejumlah wilayah. Kawasan Kecamatan Ngaliyan, Tugu, dan Semarang Barat menjadi daerah yang paling terdampak akibat meluapnya Sungai Plumbon dan Sungai Silandak.

Di Kelurahan Wonosari, banjir merendam kawasan Perumahan Mangkang Indah dengan ketinggian air mencapai sekitar 10 hingga 60 sentimeter. Sementara di wilayah Ngaliyan dan Purwoyoso, derasnya arus banjir menyeret sejumlah kendaraan roda dua milik warga. Beberapa titik juga mengalami longsor dan kerusakan talud, termasuk di Jalan Panembahan Senopati dan sejumlah jalan lingkungan. Atap sekolah MI Baitul Huda dilaporkan rusak akibat terjangan angin kencang.

Semarang Barat Dikepung Banjir: Tanggul Plumbon Jebol, Lansia Hanyut

( Dokumentasi : Banjir yang melanda Kota Semarangv akibat hujan ekstrem pada Jumat (15/5/2026). Foto bersumber dari situs Suara )

Kondisi semakin parah setelah tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, dilaporkan jebol sepanjang sekitar 40–48 meter. Air dengan cepat masuk ke kawasan permukiman warga dan menyebabkan ratusan rumah terendam banjir. Sedikitnya 313 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa ini, sementara sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Bencana ini juga menimbulkan korban jiwa. Seorang perempuan muda bernama Wanita Kurnia SM (22), warga Semarang Utara, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terseret arus banjir saat dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di kawasan Candi, Ngaliyan. Selain itu, seorang lansia bernama Maryam (70) dilaporkan hanyut di wilayah Mangkang Kulon dan sempat dalam proses pencarian oleh tim gabungan TNI, Polri, BPBD, SAR, PMI, dan para relawan.

Sungai Plumbon dan Silandak Meluap, Banjir Landa Tugu hingga Ngaliyan

( Dokumentasi : Banjir melanda kawasan Tugu dan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (15/5/2026). Foto bersumber dari situs JPNN )

Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan lumpur tebal menutupi sejumlah akses jalan di kawasan Silayur dan sekitarnya. Pemerintah Kota Semarang bersama petugas gabungan bergerak melakukan penanganan darurat, pembersihan material lumpur, serta penguatan sementara pada tanggul yang jebol guna mencegah banjir susulan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya penanganan sungai, sistem drainase, dan mitigasi bencana secara berkelanjutan agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang. Harapan besar disampaikan agar seluruh warga terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal. Pemerintah juga diharapkan dapat mempercepat perbaikan infrastruktur dan normalisasi sungai untuk mengurangi risiko bencana serupa di kemudian hari.