Selasa, 26 Mei 2026. Pukul 15 : 33 WIB

( Dokumentasi : Longsor di lebak, Foto bersumber dari situs BPBD )
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak, Banten, pada Minggu, 24 Mei 2026 memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Bencana hidrometeorologi ini menyebabkan rumah warga terdampak, akses jalan terganggu, dan aktivitas masyarakat sempat lumpuh di beberapa wilayah terdampak.
Menurut laporan BNPB, banjir dan longsor terjadi secara bersamaan di 13 desa yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Lebak sejak sore hari akibat intensitas hujan yang tinggi.
Puluhan Rumah Terdampak dan Infrastruktur Terganggu
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Cibeber, Bayah, Cilograng, Leuwidamar, dan Banjarsari. Luapan air sungai serta pergerakan tanah menyebabkan genangan dan longsoran di sejumlah permukiman warga.
Data sementara BNPB mencatat sedikitnya 33 rumah warga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter. Dari jumlah tersebut:
- 3 rumah mengalami rusak berat,
- 2 rumah rusak sedang,
- dan 2 rumah rusak ringan.
Selain rumah warga, beberapa akses jalan antarwilayah sempat tertutup material longsor sehingga mobilitas masyarakat terganggu. Aparat gabungan dan petugas BPBD terus melakukan pembersihan material serta pendataan di lokasi terdampak.
Ratusan Jiwa Terdampak, Nihil Korban Jiwa

( Dokumentasi : Tidak ada korban jiwa akibat banjir dan longsor landa 13 desa di Lebak, Foto bersumber dari situs Antara )
BPBD Kabupaten Lebak melaporkan sekitar 44 kepala keluarga atau sekitar 176 jiwa terdampak langsung akibat banjir dan longsor tersebut. Sebagian warga memilih bertahan di rumah sambil menunggu kondisi air surut, sementara petugas tetap melakukan pemantauan di titik rawan.
BNPB memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini setelah proses pemantauan dan penanganan darurat dilakukan di lapangan.
Harapan Pemulihan dan Mitigasi yang Lebih Baik
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa wilayah Lebak masih memiliki risiko tinggi terhadap banjir dan tanah longsor saat curah hujan meningkat. Kondisi geografis perbukitan dan aliran sungai yang melintasi permukiman membuat sejumlah wilayah rawan terdampak ketika cuaca ekstrem terjadi.
Masyarakat berharap situasi segera membaik dan proses pemulihan dapat berjalan cepat agar aktivitas warga kembali normal. Penanganan infrastruktur, perbaikan lingkungan, dan langkah mitigasi dari pemerintah juga diharapkan semakin diperkuat untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

