Senin, 28 September 2026. Pukul 11 : 08 WIB

( Dokumentasi : Petugas BPBD Aceh Tengah membersihkan material longsor di ruas jalan lingkar danau, Kecamatan Kebayakan. Foto bersumber dari situs IniAceh )
Hujan Deras Memicu Luapan Sungai, Warga Reje Payung Kini Gunakan Perahu sebagai Jalur Penyeberangan Sementara
ACEH TENGAH — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Tengah sejak Sabtu, 26 September 2026 siang hingga malam hari memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Sedikitnya lima kecamatan terdampak, yaitu Kebayakan, Pegasing, Atu Lintang, Rusip Antara dan Linge.
Luapan sungai membawa air, lumpur, bebatuan dan kayu ke kawasan permukiman, sekolah serta sejumlah ruas jalan. Hingga laporan awal dari BPBD Aceh Tengah, belum ada korban meninggal dunia, korban luka maupun warga yang mengungsi. Jumlah rumah dan warga terdampak masih dalam pendataan.
Jembatan Gantung Hanyut Diterjang Arus
Salah satu dampak yang paling dirasakan masyarakat terjadi di Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge. Jembatan Gantung Reje Payung atau yang dikenal sebagai Jembatan Perintis Garuda III putus setelah diterjang derasnya arus Sungai Jamboaye.
Jembatan sepanjang sekitar 120 meter tersebut sebelumnya dibangun oleh TNI dan baru diresmikan beberapa bulan sebelumnya. Putusnya jembatan menyebabkan akses darat antara Kampung Reje Payung dan Kampung Jamat terputus. Sekitar 78 KK di Reje Payung kini kehilangan akses penghubung utama.
Terputusnya jembatan juga berdampak pada aktivitas pendidikan. Anak-anak dari Kampung Jamat yang bersekolah di Reje Payung menghadapi kesulitan untuk menyeberang karena jalur penghubung utama tidak lagi dapat digunakan.
Banjir Rendam Rumah dan Sekolah

( Dokumentasi : Arus sungai meluap di kawasan Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, yang menyebabkan Jembatan Gantung Reje Payung putus dan akses masyarakat terganggu. Gambar tangkapan layar video kiriman BPBD Aceh Tengah/Satiran. Foto bersumber dari situs RRI )
Di Kecamatan Pegasing, banjir merendam enam kampung, yaitu Kedelah, Ie Relop, Sukadamai, Paya Jeget, Wih Nareh dan Uring. Sementara di Kampung Kekelip, Kecamatan Atu Lintang, air masuk ke kawasan rumah dan sekolah serta mengganggu akses jalan.
Di Kecamatan Rusip Antara, material tanah dan bebatuan melumpuhkan ruas Jalan Nasional Takengon–Pameu. Adapun di Kecamatan Kebayakan, material longsor menutup ruas Jalan Lingkar Danau.
BPBD Aceh Tengah mengerahkan alat berat berupa satu excavator dan satu loader untuk menangani material longsor dan sedimentasi. Pembersihan di beberapa titik sudah dilakukan dan penanganan dilanjutkan setelah kondisi memungkinkan.
Jalur Penyeberangan Darurat Disiapkan
Karena jembatan Reje Payung terputus, pemerintah dan aparat setempat menyiapkan jalur penyeberangan sementara agar aktivitas masyarakat tidak sepenuhnya terhenti.
Pada 28 September 2026, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD dan masyarakat memasang kabel seling serta perahu fiber untuk membantu warga menyeberangi sungai. Sistem tersebut diuji terlebih dahulu sebelum digunakan masyarakat.
Jalur sementara ini menjadi solusi darurat sambil menunggu langkah penanganan dan pembangunan kembali jembatan yang putus.
Warga Diminta Tetap Waspada
Hujan yang masih berpotensi terjadi membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir dan longsor susulan. Terlebih, beberapa wilayah Aceh Tengah memiliki kondisi perbukitan dan berada dekat aliran sungai.
Masyarakat di kawasan rawan diimbau mengikuti arahan petugas, menghindari lokasi yang masih berbahaya dan segera mencari tempat aman apabila hujan deras kembali berlangsung dalam waktu lama.
Data Dampak Sementara
| Dampak | Data |
|---|---|
| Kecamatan terdampak | 5 kecamatan |
| Jembatan gantung putus | 1 unit |
| Warga Reje Payung kehilangan akses darat | ±78 KK |
| Jalan terdampak | Jalan Lingkar Danau & Takengon–Pameu |
| Rumah/sekolah terdampak | Ada, masih dalam pendataan |
| Korban meninggal | Belum ada laporan |
| Korban luka | Belum ada laporan |
| Pengungsi | Belum ada laporan |
| Penanganan | Pembersihan material & penyeberangan darurat |
Doa dan Harapan untuk Masyarakat Aceh Tengah
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah.
Semoga seluruh masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan, kesehatan dan kekuatan. Semoga akses yang terputus dapat segera dipulihkan sehingga warga, termasuk anak-anak sekolah, dapat kembali beraktivitas dengan aman.
Semoga pemerintah bersama seluruh pihak terkait dapat mempercepat penanganan jembatan dan infrastruktur yang rusak serta memperkuat langkah mitigasi banjir dan longsor agar masyarakat semakin terlindungi.
Doa dan harapan terbaik untuk seluruh masyarakat Aceh Tengah.

