Banjir dan Longsor Aceh Barat Daya Rendam 22 Desa, 215 Hektare Sawah Terdampak

Senin, 21 September 2026. Pukul 10 : 09 WIB  

( Dokumentasi : 22 Desa di Aceh Barat Daya Terendam Banjir. Foto bersumber dari situs BNPB )

Hujan Deras Picu Sungai Meluap, Satu Rumah Tertimbun Longsor dan Jembatan Putus Total

ACEH BARAT DAYA — Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, pada Rabu, 16 September 2026 sejak sekitar pukul 15.00 WIB hingga 20.00 WIB. Hujan deras yang disertai angin dan petir menyebabkan sejumlah sungai meluap hingga merendam permukiman warga dan memicu tanah longsor di beberapa lokasi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada pendataan awal mencatat 8 kecamatan dan 21 desa terdampak. Dalam perkembangan berikutnya, BPBD Kabupaten Aceh Barat Daya melaporkan banjir meluas ke 22 desa yang tersebar di 7 kecamatan. Sejumlah ruas jalan nasional juga sempat tergenang sehingga mengganggu arus kendaraan.

Banjir Meluas ke Sejumlah Wilayah

Banjir melanda Kabupaten Aceh Barat Daya

( Dokumentasi : Sejumlah Desa di Aceh Barat Daya Terendam Banjir . Foto bersumber dari situs BPBA )

Luapan air merendam sejumlah permukiman serta akses transportasi masyarakat. Beberapa titik jalan nasional yang sempat tergenang berada di Desa Alue Mangota, Kecamatan Blangpidie; Desa Durian Jangek, Kecamatan Susoh; dan Desa Alue Padee, Kecamatan Kuala Batee.

Genangan menyebabkan kendaraan kesulitan melintas dan sempat menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan. Petugas BPBD bersama unsur terkait kemudian melakukan pemantauan serta pendataan terhadap wilayah yang terdampak.

Dampak banjir juga dirasakan sektor pertanian. Berdasarkan data Dinas Pertanian Aceh Barat Daya, sedikitnya 215 hektare lahan sawah di Kecamatan Susoh, Jeumpa dan Lembah Sabil terendam. Sebagian besar sawah tersebut telah ditanami padi, dan sejumlah area di Kecamatan Jeumpa mengalami dampak lebih berat karena material kerikil terbawa arus masuk ke areal persawahan.

Satu Rumah Tertimbun Longsor

Selain banjir, hujan deras juga menyebabkan longsor di Gampong Cot Manee, Kecamatan Jeumpa. Material longsor menimpa satu rumah warga hingga mengalami kerusakan berat.

Kejadian tersebut menjadi salah satu dampak paling serius dari bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Abdya pada pertengahan September. Masyarakat di wilayah yang memiliki kontur berbukit juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan longsor susulan ketika hujan deras kembali turun.

Jembatan Penghubung Putus Total

Dampak lainnya terjadi di Gampong Adan, Kecamatan Tangan-Tangan. Sebuah jembatan yang menghubungkan permukiman warga dengan kawasan irigasi dan lahan perkebunan mengalami kerusakan sangat parah hingga putus total setelah diterjang banjir.

Bagian badan jalan dan pondasi jembatan dilaporkan amblas ke dasar sungai. Kerusakan tersebut mengganggu aktivitas warga, khususnya petani dan pekebun yang menggunakan jembatan tersebut sebagai akses menuju lahan dan membawa hasil pertanian.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya menyatakan akan berkoordinasi untuk membangun kembali akses tersebut, baik melalui akses darurat maupun pembangunan permanen.

Pemerintah Salurkan Bantuan dan Bersihkan Material

22 Desa di Aceh Barat Daya Terendam Banjir, Akses Jalan Nasional Putus

( Dokumentasi : Petugas membantu pengendara yang motor-nya mati saat melintasi jalan yang banjir di kawasan Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Rabu malam (16/9/2026). Foto bersumber dari situs Metrotv/Antara )

Pasca kejadian, pemerintah daerah terus melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak. Pada 18 September 2026, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya menyalurkan bantuan masa panik kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor.

Bantuan berupa kebutuhan logistik pangan, pakaian layak pakai dan makanan ringan diserahkan kepada pemerintah kecamatan untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang terdampak.

Pemerintah juga menurunkan alat berat untuk menangani tebing sungai yang jebol dan membersihkan material kerikil serta lumpur yang masuk ke lahan pertanian. Excavator digunakan agar lahan warga dapat kembali ditangani dan akses masyarakat berangsur pulih.

Di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu, BPBD Aceh Barat Daya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor dan pohon tumbang. Warga diminta memantau informasi cuaca resmi dan menjauhi bantaran sungai apabila hujan deras kembali terjadi.

Data Dampak Sementara

DampakData terbaru
Desa terdampak22 desa
Kecamatan terdampak7 kecamatan
Lahan sawah terendam±215 hektare
Rumah tertimbun longsor1 rumah
Jembatan putus total1 jembatan
Jalan nasionalSejumlah titik sempat tergenang
Korban jiwaBelum ada laporan
PenangananPendataan, pembersihan material dan distribusi bantuan

Doa dan Harapan untuk Masyarakat Aceh Barat Daya

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh Barat Daya. Semoga seluruh warga yang terdampak diberikan keselamatan, kesehatan dan kekuatan untuk melewati kondisi ini.

Semoga air tidak kembali meluas, akses jalan dan jembatan yang rusak dapat segera dipulihkan, serta lahan pertanian masyarakat dapat ditangani agar kerugian warga tidak semakin besar.

Semoga pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus memperkuat pengelolaan sungai, perlindungan tebing dan sistem mitigasi bencana sehingga masyarakat Aceh Barat Daya semakin siap menghadapi cuaca ekstrem dan risiko bencana di kemudian hari.

Doa dan harapan terbaik untuk seluruh masyarakat Aceh Barat Daya.