Senin, 11 Mei 2026. Pukul 17 : 38 WIB
( Dokumentasi : 2.326 Rumah di Sultra Terendam Akibat Banjir, BPBD Waspadai Susulan. Foto bersumber dari situs BPBD )
Hujan Deras Berhari-hari Membuat Sungai Meluap, BPBD Waspadai Banjir Susulan
Sulawesi Tenggara – Cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Tenggara pada awal Mei 2026 menyebabkan banjir besar di sejumlah wilayah. Hujan deras yang turun selama beberapa hari membuat debit sungai meningkat dan merendam ribuan rumah warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tenggara melaporkan hingga 10 Mei 2026, sedikitnya 2.326 rumah terendam banjir di beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan karena curah hujan masih tinggi.
Beberapa Wilayah Terdampak Banjir
Wilayah yang terdampak banjir antara lain:
- Kabupaten Konawe Selatan
- Kabupaten Konawe
- Kota Kendari
- beberapa daerah lain di Sulawesi Tenggara.
Air masuk ke permukiman warga setelah sungai dan drainase tidak mampu menampung debit air yang terus meningkat akibat hujan deras.
Di sejumlah titik:
- jalan lingkungan terendam,
- aktivitas masyarakat terganggu,
- dan beberapa warga harus mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman.
Lebih dari Dua Ribu Rumah Terdampak

( Dokumentasi : banjir di sultra. Foto bersumber dari situs Antara )
Data BPBD Sulawesi Tenggara mencatat:
- 2.326 rumah terdampak banjir
- ribuan warga terdampak secara langsung
- sejumlah fasilitas umum ikut tergenang.
Ketinggian air bervariasi di tiap wilayah, mulai dari genangan setinggi mata kaki hingga mencapai lebih dari satu meter di beberapa titik rendah.
Meski sebagian besar rumah hanya mengalami genangan, sejumlah warga dilaporkan mengalami kerusakan perabot rumah tangga dan kesulitan beraktivitas selama banjir berlangsung.
BPBD Waspadai Banjir Susulan
BPBD Sulawesi Tenggara menyebut kondisi cuaca masih berpotensi memicu banjir lanjutan, terutama apabila hujan deras kembali terjadi di wilayah hulu sungai.
Petugas gabungan terus melakukan:
- pemantauan debit air,
- evakuasi warga di lokasi rawan,
- pendataan rumah terdampak,
- serta distribusi kebutuhan darurat di sejumlah wilayah.
Masyarakat di sekitar bantaran sungai juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan air secara mendadak.
Tidak Ada Laporan Korban Jiwa Besar
Hingga laporan terakhir pada 10 Mei 2026:
- tidak ada laporan korban jiwa dalam jumlah besar,
- namun ribuan warga terdampak langsung oleh banjir,
- dan aktivitas masyarakat di beberapa wilayah masih terganggu akibat genangan yang belum surut sepenuhnya.
BPBD bersama pemerintah daerah masih terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Harapan dan Doa
Banjir yang melanda Sulawesi Tenggara menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat membawa dampak besar dalam waktu singkat, terutama di wilayah dengan sistem drainase dan aliran sungai yang rentan meluap saat hujan deras berlangsung terus-menerus.
Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan kekuatan menghadapi situasi ini, serta proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga aktivitas warga dapat kembali normal.
Harapannya, langkah mitigasi dan penanganan lingkungan ke depan dapat semakin diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

