Kamis, 7 Mei 2026. Pukul 17 : 37 WIB

( Dokumentasi : Banjir di Muratara, Sumsel. Foto bersumber dari situs Detik )
Hujan Deras Sejak Dini Hari, Sungai Meluap dan Air Masuk ke Permukiman Warga
Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan – Muratara, Sumsel kembali dilanda banjir besar pada awal Mei 2026. Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak dini hari menyebabkan debit Sungai Rupit meningkat tajam dan meluap ke permukiman warga.
Banjir mulai meluas pada Kamis, 7 Mei 2026, terutama di wilayah Kecamatan Karang Jaya dan Rupit. Air datang perlahan sebelum akhirnya merendam rumah-rumah warga dan memutus sejumlah akses penghubung desa.
Belasan Desa Terdampak, Ribuan Warga Menghadapi Genangan
Data sementara BPBD Muratara mencatat:
- 17 desa terdampak banjir
- Sekitar 2.867 kepala keluarga (KK) terdampak
- Total mencapai sekitar 11.468 jiwa terdampak banjir.
Wilayah terdampak antara lain:
- Karang Jaya
- Rupit
- Rawas Ilir
- Karang Dapo
- Rawas Ulu
Di Kecamatan Karang Jaya sendiri, sejumlah desa seperti Sukamenang, Terusan, dan Muara Batang Empu ikut terdampak cukup parah akibat luapan sungai.
Ribuan Rumah Terendam, Beberapa Rumah Hanyut

( Dokumentasi : Kondisi Banjir di Muratara yang merendam pemukiman warga. Foto bersumber dari situs Rmol )
Banjir menyebabkan ribuan rumah warga terendam air.
Di beberapa titik, arus deras bahkan menghanyutkan rumah warga yang berada dekat aliran sungai.
Laporan terbaru menyebut:
- Ribuan rumah terdampak genangan
- Sedikitnya 2 hingga 4 rumah hanyut terbawa arus
- Sejumlah fasilitas umum ikut terdampak.
Ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan cukup tinggi hingga membuat aktivitas masyarakat lumpuh sementara.
Jembatan Putus dan Aktivitas Warga Terganggu
Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur.
BPBD dan pemerintah daerah melaporkan:
- Sedikitnya 5 hingga 6 jembatan gantung putus/ambruk akibat derasnya arus sungai
- Jalur penghubung antardesa terganggu
- Aktivitas masyarakat dan distribusi logistik menjadi lebih sulit.
Sebagian wilayah bahkan sempat sulit dijangkau karena tingginya debit air.
Korban Jiwa dan Kondisi Warga
Dalam laporan awal banjir:
- Tidak banyak korban jiwa dilaporkan
- Namun terdapat laporan seorang balita meninggal dunia dalam rangkaian banjir di wilayah terdampak Muratara.
Tim BPBD, aparat daerah, dan SAR gabungan melakukan evakuasi warga serta pemantauan di lokasi terdampak untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Status Darurat Bencana Ditetapkan

( Dokumentasi : Banjir Bandang Kembali Terjang Karang Jaya Muratara, Sejumlah Desa Terendam, Foto bersumber dari situs mattanews )
Melihat luasnya dampak banjir, Pemerintah Kabupaten Muratara menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari guna mempercepat penanganan dan pemulihan wilayah terdampak.
Petugas terus melakukan pendataan terhadap rumah warga, kerusakan fasilitas umum, serta kondisi masyarakat di desa-desa yang masih terendam.
Harapan dan Doa
Banjir yang kembali melanda Muratara menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dan luapan sungai masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat di wilayah rawan banjir.
Semoga kondisi warga yang terdampak dapat segera membaik, dan proses pemulihan berjalan cepat agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Harapannya, penanganan sungai, infrastruktur, dan sistem mitigasi ke depan dapat semakin diperkuat sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.

