Banjir Bandang Terjang Agam, 90 Kepala Keluarga Terdampak dan 450 Warga Sempat Mengungsi

Rabu, 22 Juli 2026. Pukul 10 : 18 WIB

Agam Mencekam! Banjir Rendam Ratusan Rumah, Ratusan Warga Dievakuasi

( Dokumentasi : Tim SAR mengevakuasi warga yang terjebak banjir luapan Sungai Batang Tumayo, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (18/7/2026). Foto bersumber dari Situs Inews )

Agam, Sumatera Barat – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB memicu terjadinya banjir bandang di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Peristiwa ini dipicu oleh meluapnya Sungai Batang Tumayo yang mengalami pendangkalan sehingga tidak mampu menampung debit air yang meningkat akibat hujan deras.

Luapan air dengan cepat memasuki kawasan permukiman warga dan menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu. Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya yang lebih besar, warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman hingga kondisi dinyatakan kondusif.

Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kabupaten Agam, sebanyak 90 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir bandang tersebut. Saat kejadian, 450 warga terpaksa mengungsi sementara waktu untuk menghindari risiko yang ditimbulkan oleh luapan air.

( Dokumentasi : Nagari Sungai Batang Sumbar Diterjang Banjir, BPBD: 450 Warga Terpaksa Mengungsi. Foto bersumber dari Situs Antara )

Hingga laporan terakhir, tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka. Selain itu, belum ada data resmi mengenai jumlah rumah yang mengalami kerusakan, karena proses pendataan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Fokus utama penanganan saat ini adalah memastikan kondisi warga terdampak tetap aman serta melakukan asesmen terhadap dampak banjir.

Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan kondisi di lokasi kejadian, sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan dan pendataan dampak bencana. Warga yang berada di sekitar aliran sungai juga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya upaya pengelolaan sungai dan mitigasi bencana, terutama di wilayah yang memiliki potensi banjir saat curah hujan meningkat. Pemeliharaan aliran sungai dan kesiapsiagaan masyarakat diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.

Semoga kondisi di Nagari Sungai Batang segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Harapannya, proses pemulihan berjalan dengan lancar dan pemerintah dapat terus memperkuat penanganan serta normalisasi aliran sungai agar risiko banjir bandang di kemudian hari dapat diminimalkan.