Jumat, 25 September 2026. Pukul 12 : 52 WIB

( Dokumentasi : Tim SAR saat melakukan evakuasi terhadap korban banjir di Lampung Selatan. Foto bersumber dari situs Antara )
Tanggul Sungai Way Belu Jebol Sekitar 200 Meter, Sawah dan Perkebunan Warga Ikut Terendam
TANGGAMUS, LAMPUNG — Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Selasa, 22 September 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan debit Sungai Way Belu meningkat hingga tanggul jebol dan air masuk ke permukiman warga.
Banjir berdampak pada sejumlah pekon di Kecamatan Kota Agung Barat dan Sumberejo. Berdasarkan data rekapitulasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 150 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut.
Wilayah yang terdampak antara lain Pekon Belu, Negara Batin, Kanyangan dan Teba Bunuk di Kecamatan Kota Agung Barat, serta Pekon Argopeni dan Margodadi di Kecamatan Sumberejo.
Tanggul Way Belu Jebol
Derasnya aliran Sungai Way Belu membuat tanggul di wilayah Pekon Belu jebol dengan panjang sekitar 200 meter. Air kemudian mengalir deras menuju permukiman warga dan sejumlah fasilitas umum.
Warga sempat dikejutkan oleh peningkatan debit air yang berlangsung cepat pada dini hari. Di beberapa lokasi, genangan juga masuk ke rumah warga dan fasilitas pendidikan.
Banjir juga menyebabkan SDN 1 Belu terdampak lumpur dan material banjir. Aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut kemudian harus dihentikan sementara karena ruang kelas dan sejumlah perlengkapan belajar tertutup endapan lumpur.
53 Rumah dan Lahan Produktif Terdampak

( Dokumentasi : Banjir bandang menerjang tiga pekon di Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Selasa (22/9/2026). Foto bersumber dari situs IDNTimes )
Menurut data BNPB, dampak material banjir mencakup 53 rumah warga, dua fasilitas pendidikan, tiga fasilitas ibadah, serta satu unit jembatan.
Selain permukiman, bencana juga berdampak pada lahan produktif masyarakat. Sekitar 50 hektare lahan perkebunan dan 5 hektare lahan pertanian dilaporkan terdampak akibat terjangan banjir dan luapan sungai.
Data Pusdalops PB BPBD Provinsi Lampung juga mencatat sedikitnya tiga rumah di Pekon Negara Batin mengalami kerusakan ringan.
Sementara itu, sebuah jembatan penghubung di wilayah terdampak dilaporkan mengalami kerusakan akibat derasnya arus. Kondisi tersebut sempat mengganggu akses masyarakat menuju sejumlah area pertanian dan perkebunan.
Air Berangsur Surut
Setelah hujan mereda, kondisi banjir berangsur membaik. BNPB melaporkan bahwa genangan di seluruh titik terdampak telah surut sepenuhnya dan warga yang sempat mengungsi mulai kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan.
Meski air telah surut, sisa lumpur dan material masih harus dibersihkan dari rumah, fasilitas umum serta lingkungan sekitar. Pemerintah daerah dan BPBD melakukan asesmen untuk memastikan kebutuhan penanganan dan pemulihan warga.
BPBD juga mewaspadai kemungkinan banjir susulan, terutama karena kerusakan pada tanggul Sungai Way Belu masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pemerintah Lakukan Penanganan Darurat
Tim BPBD Kabupaten Tanggamus segera turun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, pendataan serta penanganan darurat terhadap masyarakat terdampak.
Dalam proses pemulihan, pemerintah mengupayakan pembersihan endapan lumpur menggunakan peralatan pemadam dan alat berat. Excavator juga digunakan untuk membantu menutup sementara tanggul Way Belu yang jebol.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak. Sementara kondisi sekolah yang terdampak terus ditangani agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan.
Data Dampak Banjir Bandang
| Dampak | Data |
|---|---|
| Waktu kejadian | 22 September 2026, ±02.00 WIB |
| KK terdampak | 150 KK |
| Rumah terdampak | 53 rumah |
| Fasilitas pendidikan | 2 fasilitas |
| Fasilitas ibadah | 3 fasilitas |
| Perkebunan terdampak | ±50 hektare |
| Pertanian terdampak | ±5 hektare |
| Jembatan terdampak | 1 unit |
| Tanggul jebol | ±200 meter |
| Korban jiwa | Belum ada laporan |
| Kondisi terakhir | Air telah surut |
Doa dan Harapan untuk Masyarakat Tanggamus
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas banjir bandang yang melanda masyarakat Kabupaten Tanggamus.
Semoga seluruh warga yang terdampak diberikan kesehatan, keselamatan dan kekuatan dalam menghadapi masa pemulihan. Semoga rumah dan fasilitas masyarakat yang terdampak dapat segera dibersihkan dan diperbaiki sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.
Semoga lahan pertanian dan perkebunan masyarakat juga dapat segera dipulihkan. Semoga pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus memperkuat penanganan sungai, tanggul dan sistem mitigasi banjir agar kejadian serupa tidak kembali memberikan dampak besar kepada masyarakat.
Doa dan harapan terbaik untuk seluruh masyarakat Kabupaten Tanggamus.

