Senin, 21 September 2026. Pukul 12 : 39 WIB

( Dokumentasi : Dampak banjir di Pasaman, Sumbar 18/09/2026 Foto bersumber dari situs Mitradharma )
Sungai Meluap Setelah Hujan Deras, Rumah, Sawah, Kolam Ikan dan Jaringan Air Bersih Terdampak
PASAMAN, SUMATERA BARAT — Banjir bandang menerjang Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, pada Jumat, 18 September 2026 setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Hujan mulai turun sekitar pukul 16.00 WIB. Sekitar pukul 17.15 WIB, debit air meningkat dan menyebabkan Sungai Aek Koronok serta Sungai Batang Jember Tonang Raya meluap hingga masuk ke permukiman warga.
Banjir membawa material lumpur dan berbagai benda dari aliran sungai ke kawasan yang dihuni masyarakat. Dalam kejadian tersebut, satu warga dilaporkan terseret arus dan hingga kini masih dalam pencarian.
55 KK dan 55 Rumah Terdampak
Berdasarkan pendataan sementara BNPB, sekitar 55 kepala keluarga dan 55 rumah terdampak banjir.
Dari jumlah tersebut, dua rumah mengalami kerusakan, sementara sekitar lima hektare lahan pertanian ikut terdampak. Sebanyak tiga KK memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat.
Selain rumah dan persawahan, dampak juga dirasakan oleh masyarakat yang memiliki kolam ikan. Pemerintah Kabupaten Pasaman melaporkan sedikitnya 12 kolam ikan terdampak dan ikan-ikan milik warga hanyut terbawa arus.
Kerusakan juga terjadi pada sarana air bersih dan Bendungan Aek Koronok Gunung Ledang. Kerusakan bagian hulu bendungan menyebabkan pasokan air bersih bagi masyarakat Kampung Parit mengalami gangguan.
Satu Warga Masih Dicari

( Dokumentasi : Banjir rendam puluhan rumah di Pasaman, Sumatra Barat . Foto bersumber dari situs Konteks / IG infominang )
Satu warga yang terseret arus hingga kini belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di sekitar aliran sungai dan wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus.
Pada Minggu, 20 September, pencarian memasuki hari ketiga. Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan cakupan pencarian sekitar 2 kilometer persegi.
Petugas melakukan penyisiran melalui darat dan sepanjang aliran sungai. Pencarian juga didukung perahu karet, Aqua Eye, drone thermal dan satu unit excavator untuk membuka endapan lumpur serta tumpukan kayu dan material yang terbawa banjir.
Sampai operasi hari ketiga dihentikan pada sekitar pukul 18.00 WIB pada 20 September, korban belum ditemukan. Tim SAR kemudian menjadwalkan pencarian berikutnya pada Senin, 21 September 2026 mulai pukul 07.00 WIB. Dalam pembaruan yang tersedia pada pagi 21 September, belum terdapat konfirmasi bahwa korban telah ditemukan.
Pemerintah Salurkan Bantuan dan Tangani Dampak
Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan masyarakat terus melakukan asesmen serta penanganan di lokasi.
Pemerintah daerah juga telah mengajukan bantuan logistik kepada BPBD Provinsi Sumatera Barat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Perbaikan sarana air bersih menjadi salah satu perhatian karena kerusakan pada bendungan dan jaringan air membuat sebagian warga mengalami gangguan pasokan.
Setelah air surut, warga mulai membersihkan rumah dan lingkungan dari lumpur serta material yang terbawa arus. Pemerintah juga terus memantau kondisi sungai untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila hujan deras kembali mengguyur wilayah hulu.
Data Dampak Sementara
| Dampak | Data terbaru |
|---|---|
| Waktu kejadian | 18 September 2026, sekitar 17.15 WIB |
| Lokasi | Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto |
| KK terdampak | ±55 KK |
| Rumah terdampak | ±55 rumah |
| Rumah rusak | 2 rumah |
| Mengungsi | 3 KK |
| Lahan pertanian terdampak | ±5 hektare |
| Kolam ikan terdampak | 12 kolam |
| Warga hilang | 1 orang, masih dalam pencarian |
| Sarana air bersih | Terganggu |
| Bendungan terdampak | Aek Koronok Gunung Ledang |
Doa untuk Warga dan Keluarga Korban
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas banjir bandang yang melanda masyarakat Nagari Simpang Tonang, Pasaman.
Semoga warga yang terdampak diberikan keselamatan, kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi kondisi pascabencana. Semoga keluarga dari warga yang masih dalam pencarian diberikan ketabahan dan segera mendapat kabar yang baik.
Semoga seluruh tim SAR yang masih menjalankan pencarian diberikan perlindungan dan kekuatan, serta korban yang masih dicari dapat segera ditemukan.
Semoga rumah, lahan pertanian, kolam ikan, sarana air bersih dan fasilitas masyarakat yang terdampak dapat segera dipulihkan. Semoga pemerintah bersama masyarakat juga dapat memperkuat langkah mitigasi dan pengelolaan aliran sungai agar risiko banjir bandang serupa dapat dikurangi.
Doa dan harapan terbaik untuk seluruh masyarakat Pasaman.

