Sabtu, 26 September 2026. Pukul 15 : 08 WIB

( Dokumentasi : Banjir Bandang Kembali Terjang 3 Desa di Aceh Tenggara, Jalan Nasional Lumpuh. Foto bersumber dari situs BPBA )
Tanggul Jebol Setelah Hujan Deras, Jembatan dan Jalan Nasional Ikut Terdampak
ACEH TENGGARA — Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, pada Kamis, 24 September 2026. Hujan tersebut menyebabkan debit sejumlah sungai meningkat hingga akhirnya memicu banjir bandang di beberapa wilayah.
Luapan air dari Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga masuk ke kawasan permukiman serta lahan pertanian warga. Kondisi semakin parah setelah tanggul Sungai Lawe Kisam jebol, membuat air mengalir lebih cepat ke wilayah yang berada di sekitarnya.
Banjir kemudian berdampak pada tiga desa, yaitu Desa Peseluk Pesimbe dan Desa Lembah Alas di Kecamatan Deleng Pokhisen serta Desa Kuning I di Kecamatan Bambel.
124 KK atau 479 Jiwa Terdampak
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 124 kepala keluarga atau 479 jiwa terdampak akibat banjir tersebut.
Selain masyarakat, sebanyak 124 rumah turut terdampak genangan. Air juga menggenangi lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat di wilayah tersebut.
Bencana tidak hanya berdampak pada rumah dan lahan warga. Satu tanggul, satu jembatan dan satu ruas jalan nasional juga ikut terdampak akibat derasnya aliran air dan material yang terbawa banjir.
Jalan Nasional Sempat Terganggu
Material banjir berupa lumpur dan berbagai material lainnya sempat menutup ruas jalan nasional di sekitar Jembatan Kuning I. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan kesulitan melintas dan mengganggu mobilitas masyarakat.
Petugas kemudian melakukan pembersihan material sekaligus penanganan terhadap bagian tanggul yang mengalami kerusakan.
Pemerintah daerah mengerahkan alat berat berupa excavator untuk membantu menutup tanggul yang jebol dan mempercepat proses penanganan di lokasi.
Air Berangsur Surut
Setelah hujan mereda, kondisi banjir mulai berangsur membaik. Pemantauan pada Jumat, 25 September 2026 menunjukkan genangan mulai surut di sejumlah lokasi.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada karena perubahan cuaca dan hujan dengan intensitas tinggi masih dapat meningkatkan debit sungai dan menimbulkan genangan kembali.
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara bersama unsur terkait juga terus melakukan pendataan untuk memastikan kondisi rumah warga, fasilitas umum dan infrastruktur yang terdampak.
Tidak Ada Korban Jiwa
Dalam pendataan yang tersedia, belum terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka-luka akibat banjir bandang tersebut.
Pemerintah bersama petugas di lapangan masih memantau kondisi masyarakat dan melakukan penanganan pada wilayah yang terdampak.
Bagi masyarakat yang berada di sekitar sungai maupun kawasan rendah, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama ketika hujan deras kembali turun dalam waktu cukup lama.
Data Dampak Sementara
| Dampak | Data |
|---|---|
| Tanggal kejadian | 24 September 2026 |
| Lokasi | Aceh Tenggara, Aceh |
| Desa terdampak | 3 desa |
| KK terdampak | 124 KK |
| Warga terdampak | 479 jiwa |
| Rumah terdampak | 124 rumah |
| Tanggul terdampak | 1 unit |
| Jembatan terdampak | 1 unit |
| Jalan nasional terdampak | 1 ruas |
| Korban jiwa | Belum ada laporan |
| Kondisi terakhir | Air berangsur surut |
Doa dan Harapan untuk Masyarakat Aceh Tenggara
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas banjir bandang yang melanda masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara.
Semoga seluruh warga yang terdampak selalu diberikan keselamatan, kesehatan dan kekuatan. Semoga air segera surut sepenuhnya dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik.
Semoga rumah, jembatan, tanggul dan akses jalan yang terdampak dapat segera diperbaiki sehingga masyarakat tidak semakin kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Semoga pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus memperkuat penanganan sungai, tanggul dan kawasan rawan banjir agar risiko bencana serupa dapat dikurangi di masa mendatang.
Doa dan harapan terbaik untuk seluruh masyarakat Aceh Tenggara.

