Rabu, 30 September 2026. Pukul 17 : 21 WIB

( Dokumentasi : Banjir merendam sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tenggara sejak Sabtu (26/9/2026) dini hari. Foto bersumber dari situs Theacehpost )
Banjir Aceh Tenggara Berdampak pada Ratusan Warga, Jalan dan Jembatan Ikut Terganggu
Aceh Tenggara, Aceh — 28 September 2026. Banjir masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tenggara setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut sejak Sabtu, 26 September 2026. Hujan membuat debit Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga meningkat hingga meluap ke permukiman serta lahan pertanian warga.
Data Dashboard Informasi Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan mencatat kejadian banjir Aceh Tenggara pada 28 September pukul 15.30 WIB dengan 665 penduduk terdampak. Tidak tercatat adanya korban meninggal, korban hilang, korban luka, maupun pengungsi dalam data tersebut.
Laporan penanganan di lapangan menunjukkan banjir berdampak pada sejumlah desa di beberapa kecamatan. Selain rumah warga, lahan pertanian juga ikut terdampak. Data BPBA menyebut sekitar 40 hektare lahan pertanian dan 10 hektare sawah mengalami dampak akibat genangan. Beberapa tanggul sungai juga jebol sehingga air kembali masuk ke wilayah permukiman.

( Dokumentasi : Banjir di Kabupaten Aceh Tenggara merusak puluhan hektar lahan pertanian hingga sarana infrastruktur. Foto bersumber dari situs RRI/BPBD )
Banjir juga mengganggu sejumlah jalur transportasi. Jalan Kutacane–Blangkejeren sempat tertimbun material longsor dan sebuah tiang listrik tumbang. Beberapa jembatan dan jalan penghubung mengalami kerusakan atau tergerus arus sungai. Di Desa Pulonas Baru, misalnya, badan jalan menuju Lawe Rutung terkikis sepanjang kurang lebih 50 meter, sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas.
Petugas BPBD Aceh Tenggara melakukan kajian dan pendataan di sejumlah lokasi serta mengerahkan alat berat untuk menangani tanggul yang jebol dan membersihkan akses jalan yang terganggu. Pada laporan BPBA 28 September, kondisi air di beberapa wilayah disebut mulai surut, namun penanganan kerusakan infrastruktur masih terus dilakukan.
Perlu diketahui, angka korban terdampak berbeda dalam beberapa pembaruan data karena waktu pendataan tidak sama. Kemenkes mencatat 665 orang terdampak, sementara laporan BPBA pada 28 September pukul 15.20 WIB mencatat 103 KK atau 411 jiwa. Perbedaan ini menunjukkan bahwa data masih dapat berubah mengikuti proses pendataan di lapangan.

