Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Berdampak pada Kesehatan Warga, Ratusan Kasus ISPA Dilaporkan

Kamis, 2 Juli 2026. Pukul 15 : 56 WIB

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (30/6/2026). Foto: BPBD KabupatenTangerang

( Dokumentasi : Terbakarnya TPA Jatiwaringin Tangerang. Foto bersumber dari situs Kumparan/BPBD )

Tangerang, Banten — Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih belum berhasil dipadamkan hingga memasuki hari ketiga pada Kamis, 2 Juli 2026. Asap tebal yang terus menyelimuti kawasan sekitar menyebabkan kualitas udara memburuk dan mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, sedikitnya 154 warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap dari kebakaran tersebut. Selain itu, seorang ibu hamil harus mendapatkan penanganan lebih lanjut dan dirujuk ke rumah sakit karena mengalami gangguan pernapasan.

Meningkatnya konsentrasi asap juga memengaruhi aktivitas masyarakat. Demi menjaga keselamatan warga, akses jalan utama di sekitar TPA Jatiwaringin ditutup sementara karena kualitas udara berada pada kategori berbahaya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko paparan asap bagi pengguna jalan maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Kebakaran TPA Jatiwaringin di Tangerang (dok. BNPB)

( Dokumentasi : 7 Hektare TPA Jatiwaringin Terdampak Kebakaran, Puluhan Warga Mengungsi. Foto bersumber dari situs Detik )

Hingga saat ini, petugas pemadam kebakaran bersama BPBD, pemerintah daerah, serta instansi terkait masih terus berupaya memadamkan api agar kebakaran tidak semakin meluas. Sementara itu, Dinas Kesehatan terus memantau kondisi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran di tempat pemrosesan akhir sampah tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Upaya pencegahan, pengelolaan sampah yang lebih baik, sistem deteksi dini, serta penanganan kebakaran yang cepat menjadi hal penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.

Semoga proses pemadaman dapat segera diselesaikan, kualitas udara kembali membaik, dan seluruh warga yang terdampak, terutama mereka yang mengalami gangguan kesehatan, dapat segera pulih. Besar harapan agar pemerintah bersama seluruh pihak terkait dapat mempercepat pemulihan kondisi lingkungan, memperkuat sistem pengelolaan TPA, serta meningkatkan langkah mitigasi sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.