Selasa, 9 Juni 2026. Pukul 15 : 21 WIB

( Dokumentasi : Salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (4/6), Foto bersumber dari situs BPBD )
Serdang Bedagai, Sumatera Utara – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Serdang Bedagai pada awal Juni 2026 meninggalkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat. Angin puting beliung yang terjadi pada 4 Juni 2026 mengakibatkan puluhan rumah mengalami kerusakan di beberapa kecamatan, sementara proses pendataan dan penanganan masih terus berlangsung hingga 6–7 Juni 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sedikitnya 77 kepala keluarga (KK) terdampak akibat bencana tersebut. Kerusakan terjadi di wilayah Kecamatan Perbaungan, Sei Rampah, dan Dolok Masihul, yang menjadi daerah paling terdampak oleh terjangan angin kencang.
Dari hasil pendataan sementara, tercatat 20 rumah mengalami kerusakan berat, sementara sekitar 57 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Sebagian besar kerusakan berupa atap rumah yang terlepas, dinding yang roboh, hingga bagian bangunan yang tidak lagi layak dihuni untuk sementara waktu.
Meski menyebabkan kerusakan material yang cukup signifikan, tidak ada laporan korban jiwa meninggal dunia dalam peristiwa ini. Namun puluhan keluarga harus menghadapi kondisi sulit akibat kerusakan tempat tinggal mereka dan terganggunya aktivitas sehari-hari. Banyak warga harus membersihkan puing-puing bangunan sambil menunggu perbaikan rumah dilakukan.

( Dokumentasi : Salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (4/6), Foto bersumber dari situs BPBD )
Setelah kejadian, BPBD Kabupaten Serdang Bedagai bersama pemerintah kecamatan dan desa setempat melakukan pendataan, pemantauan kondisi lapangan, serta koordinasi penanganan bagi warga terdampak. Pemantauan cuaca juga terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem susulan yang dapat memperburuk situasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di berbagai daerah, terutama saat terjadi perubahan kondisi atmosfer yang memicu angin kencang dan hujan lebat. Kesiapsiagaan masyarakat serta langkah mitigasi yang baik menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kerusakan dan korban pada kejadian serupa di masa mendatang.
Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap seluruh warga yang terdampak dapat diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menghadapi masa pemulihan. Semoga proses perbaikan rumah dan fasilitas yang rusak dapat berjalan dengan cepat, serta pemerintah bersama pihak terkait dapat terus memperkuat upaya mitigasi dan penanganan bencana agar dampak kejadian serupa di masa mendatang dapat diminimalkan.

