Angin Puting Beliung Terjang Padalarang, 520 Rumah dan 9 Fasilitas Umum Rusak

Kamis, 29 Oktober 2026. Pukul 12 : 19 WIB

Puting Beliung Terjang Padalarang Bandung Barat, 520 Rumah Rusak

( Dokumentasi : Bangunan di Padalarang rusak akibat bencana puting beliung yang terjadi pada Senin (26/10) sore. Foto bersumber dari situs Metrotv )

Padalarang, Jawa Barat – Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Senin sore, 26 Oktober 2026. Angin puting beliung merusak ratusan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum di kawasan tersebut. Banyak atap rumah dilaporkan rusak atau terlepas, sementara sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan akibat kuatnya tiupan angin. Peristiwa ini membuat warga harus menghadapi kerusakan tempat tinggal dan segera mengamankan barang-barang yang masih dapat diselamatkan setelah situasi kembali memungkinkan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat yang diberitakan pada 27 Oktober 2026, sedikitnya 520 rumah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut tersebar di tiga desa, yaitu Desa Padalarang, Desa Jayamekar, dan Desa Kertajaya. Desa Padalarang menjadi wilayah dengan dampak terbesar, dengan 398 rumah mengalami kerusakan. Di Desa Jayamekar, sebanyak 95 rumah terdampak, sedangkan di Desa Kertajaya terdapat 27 rumah yang mengalami kerusakan. Secara keseluruhan, data awal juga mencatat sekitar 515 kepala keluarga terdampak berdasarkan pendataan per desa.

Puting Beliung Terjang Padalarang, 520 Rumah dan 9 Fasilitas Umum Rusak

( Dokumentasi : Sejumlah bangunan rusak akibat angin puting beliung di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto bersumber dari situs Antara )

Tingkat kerusakan rumah bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Di Desa Padalarang, sebanyak 139 rumah mengalami kerusakan ringan, 161 rumah rusak sedang, dan 98 rumah rusak berat. Sementara itu, di Desa Jayamekar, 71 rumah mengalami kerusakan ringan dan 24 rumah rusak berat. Di Desa Kertajaya, tercatat sembilan rumah rusak ringan, empat rumah rusak sedang, dan 14 rumah rusak berat. Kerusakan tersebut membuat sebagian warga harus membersihkan puing-puing bangunan, memeriksa kondisi atap dan dinding, serta memperbaiki bagian rumah yang masih dapat digunakan.

Dampak angin puting beliung tidak hanya dirasakan oleh pemilik rumah. Sebanyak sembilan fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, dan bangunan Koperasi Desa Merah Putih. Kerusakan fasilitas tersebut berpotensi mengganggu kegiatan masyarakat yang bergantung pada tempat-tempat tersebut. Selain itu, laporan media menyebutkan satu warga mengalami luka akibat kejadian ini. Tidak tersedia angka terverifikasi mengenai jumlah warga yang mengungsi maupun nilai keseluruhan kerugian materi dalam laporan yang dirujuk.

Dampak bencana puting beliung di Kabupaten Bandung Barat

( Dokumentasi : Warga membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026). Foto bersumber dari situs Detik/ANTARA )

Setelah kejadian, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama pemerintah kecamatan, perangkat desa, kepolisian, relawan, dan masyarakat melakukan pendataan serta pemeriksaan terhadap bangunan yang terdampak. Warga juga mulai bergotong royong membersihkan puing-puing dan memperbaiki rumah dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang. Sementara itu, rumah yang mengalami kerusakan berat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan langkah perbaikan yang diperlukan. Pemerintah daerah turut melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat ditangani dan proses pemulihan berjalan dengan baik.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah angin puting beliung yang dialami masyarakat di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Kerusakan ratusan rumah dan fasilitas umum tentu membawa dampak bagi kehidupan warga, terutama keluarga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat. Semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi masa pemulihan, masyarakat yang mengalami luka segera pulih, dan rumah-rumah yang rusak dapat diperbaiki secara bertahap. Diharapkan kondisi lingkungan kembali aman sehingga warga bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.