Angin Puting Beliung Terjang Jenar Sragen, 11 Rumah Rusak dan 35 Jiwa Terdampak

Selasa, 3 November 2026. Pukul 12 : 38 WIB

( Dokumentasi : Petugas BPBD Sragen melakukan penanganan di lokasi rumah rusak akibat angin kencang di Kecamatan Jenar. Foto bersumber dari situs Inews/BPBD )

Sragen, Jateng – Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Sabtu sore, 31 Oktober 2026. Peristiwa angin puting beliung tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan berdampak pada sejumlah permukiman warga di tiga desa, yaitu Desa Banyurip, Desa Dawung, dan Desa Jenar. Tiupan angin yang kuat menyebabkan kerusakan pada rumah penduduk, merobohkan pohon, serta merusak sejumlah barang milik warga. Beberapa bangunan mengalami kerusakan cukup berat sehingga tidak dapat digunakan seperti biasa.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, sebanyak 11 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian tiga rumah rusak berat dan sejumlah lainnya mengalami kerusakan pada bagian atap maupun bangunan. Selain itu, satu bangunan parkir dilaporkan roboh akibat terjangan angin. Sebanyak 13 kepala keluarga atau 35 jiwa terdampak dalam kejadian ini. Kerusakan juga terjadi pada bagian atap rumah warga, dengan ribuan genting dilaporkan rusak atau terlepas akibat kuatnya angin.

( Dokumentasi : Hujan disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Sragen mengakibatkan beberapa rumah warga Desa Jenar mengalami kerusakan. Foto bersumber dari situs Pikiranrakyat )

Dampak cukup berat terjadi di Dusun Kedu, Desa Banyurip. Salah satu rumah milik warga bernama Kartini, berusia 50 tahun, mengalami kerusakan berat setelah tertimpa pohon sawo yang tumbang akibat angin kencang. Rumah milik warga lainnya, Sugimin, berusia 43 tahun, yang berukuran sekitar 14 × 4 meter juga mengalami kerusakan berat. Bahkan, dua sepeda motor yang berada di dalam rumah tersebut ikut mengalami kerusakan akibat tertimpa material bangunan. Sementara itu, di Dusun Winong, Desa Dawung, sebuah pohon mahoni berukuran besar tumbang dan sempat menutup akses jalan yang menghubungkan Jenar dengan Banyurip.

Selain kerusakan rumah dan bangunan, angin kencang juga menyebabkan lima pohon tumbang, merusak 27 lembar asbes, serta mengakibatkan dua sepeda motor mengalami kerusakan berat. Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus membersihkan material bangunan dan pohon tumbang dari sekitar rumah maupun jalan. BPBD Kabupaten Sragen memperkirakan total kerugian materi akibat kejadian di Kecamatan Jenar mencapai Rp132,3 juta. Kerugian tersebut mencakup kerusakan bangunan dan barang milik warga yang terdampak.

Setelah menerima laporan kejadian, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Sragen bersama unsur terkait melakukan kaji cepat untuk mendata tingkat kerusakan serta membantu penanganan di lokasi. Petugas juga melakukan evakuasi material bangunan dan pohon tumbang yang mengganggu akses masyarakat. Namun, proses penanganan sempat mengalami kendala karena minimnya penerangan di beberapa titik kejadian. Selain itu, kondisi jalan yang licin dan berlumpur di Dusun Genengsari, Desa Banyurip, sempat menyulitkan tim gabungan untuk menjangkau lokasi.

Dalam laporan yang diberitakan pada 1 November 2026, tidak disebutkan adanya korban jiwa akibat kejadian di Kecamatan Jenar. Namun, kerusakan rumah dan barang milik warga tetap menimbulkan beban bagi keluarga yang terdampak, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Perbaikan atap, dinding, serta bagian bangunan lainnya diperlukan agar rumah kembali aman dan dapat ditempati. Pemerintah daerah melalui BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan deras dan angin kencang yang masih berpotensi terjadi.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah angin puting beliung yang dialami masyarakat di Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Kerusakan rumah dan barang-barang milik warga tentu menjadi kesulitan tersendiri bagi keluarga yang terdampak, khususnya mereka yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat. Semoga masyarakat diberikan kekuatan untuk melewati masa pemulihan, rumah-rumah yang rusak dapat segera diperbaiki, dan kondisi lingkungan kembali aman sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.