Kamis, 16 April 2026. Pukul 18 : 06 WIB

( Dokumentasi : 48 Rumah Warga Rabutdaiyo, Makian Pulau Mengalami Kerusakan akibat angin kencang Selasa, (14/4/2026). Foto bersumber dari situs terbitmalut )
Terjadi Dini Hari, Angin Datang Tiba-tiba dan Merusak Permukiman
Halmahera Selatan, Maluku Utara — Angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Pulau Makian pada Selasa dini hari, 14 April 2026 sekitar pukul 03.00 WIT, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan kerusakan pada permukiman warga.
Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang membuat kondisi lingkungan tidak stabil. Dalam waktu singkat, angin menerjang rumah-rumah warga dan merusak bagian bangunan, terutama atap dan struktur ringan.
Tiga Desa Terdampak, Kerusakan Terjadi dalam Waktu Singkat
Wilayah terdampak meliputi:
- Desa Rabutdaiyo
- Desa Wallo
- Desa Dalam
Angin kencang datang secara mendadak, membuat warga tidak sempat melakukan banyak persiapan. Beberapa warga hanya bisa menyelamatkan diri saat material bangunan mulai beterbangan.
Dampak Kerusakan: Puluhan Rumah Rusak Berat hingga Ringan

( Dokumentasi : Puting Beliung Terjang Halmahera Selatan, 53 Rumah Warga Rusak. Foto bersumber dari situs tandaseru )
Data dari laporan BNPB dan sumber lapangan mencatat:
- 20 rumah rusak berat
- 4 rumah rusak sedang
- 19 rumah rusak ringan
- Total sekitar 43 rumah terdampak
Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian:
- Atap rumah yang terlepas
- Dinding ringan yang roboh
- Struktur bangunan yang tidak kuat menahan terpaan angin
Kerusakan ini membuat beberapa rumah tidak dapat langsung dihuni kembali.
Dampak Jiwa: Warga Mengungsi, Tanpa Korban Meninggal
Dalam kejadian ini:
- 21 kepala keluarga (KK) mengungsi ke tempat yang lebih aman
- Tercatat sekitar 84 jiwa terdampak langsung
- Tidak ada laporan korban jiwa meninggal dunia maupun luka berat
Warga yang rumahnya rusak berat terpaksa meninggalkan tempat tinggal sementara waktu demi keamanan.
Harapan untuk Pemulihan dan Kesiapsiagaan
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat terjadi secara tiba-tiba dan berdampak langsung pada permukiman warga, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan.
Diharapkan proses pemulihan dapat berjalan cepat, serta adanya peningkatan kesiapsiagaan dan perlindungan bangunan ke depan, agar dampak dari kejadian serupa dapat diminimalkan.
Doa dan harapan terbaik bagi seluruh warga terdampak, semoga kondisi segera membaik dan kehidupan dapat kembali berjalan dengan normal.

