Kamis, 3 September 2026. Pukul 12 : 39 WIB
Memasuki usia lanjut tidak selalu berarti kehidupan menjadi lebih ringan. Bagi tiga lansia di Penjaringan, hari-hari justru diwarnai dengan kehilangan, kondisi kesehatan yang menurun, dan keterbatasan ekonomi. Bantuan kebutuhan pokok diharapkan dapat sedikit meringankan kehidupan mereka.
Pada Rabu, 2 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di wilayah Mekarsari.
Ketiga penerima manfaat tersebut adalah Ibu Eboh, Ibu Ani, dan Ibu Suni. Mereka memiliki cerita kehidupan yang berbeda, namun sama-sama menghadapi keterbatasan di usia senja.
Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:
- Beras 5 kilogram
- Minyak goreng 2 liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 kilogram
- Garam 500 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Sari Gandum 20 pcs
Ibu Eboh, Tetap Menjadi Tukang Urut di Usia 82 Tahun


Ibu Eboh, 82 tahun, tinggal bersama anak dan menantunya setelah suaminya meninggal dunia.
Di tengah usianya yang sudah lanjut, Ibu Eboh masih bekerja sebagai tukang urut untuk mendapatkan penghasilan. Sementara itu, menantunya bekerja sebagai kuli cuci untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Ibu Eboh juga memiliki seorang anak yang sudah tidak pernah pulang sehingga tidak lagi memberikan perhatian maupun bantuan dalam kesehariannya.
Dengan penghasilan keluarga yang terbatas, kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi dengan kemampuan yang ada.
Ibu Ani, Kehilangan Kaki karena Diabetes


Ibu Ani, 71 tahun, mengalami kehidupan yang semakin berat setelah kehilangan suami dan salah satu anaknya.
Ia juga harus menjalani kondisi setelah kakinya diamputasi akibat diabetes. Keterbatasan biaya membuat Ibu Ani tidak dapat menjalani pengobatan secara optimal sebelumnya.
Kini, kebutuhan hidupnya banyak terbantu oleh menantu yang masih bekerja. Dalam kondisi fisik yang sangat terbatas, Ibu Ani menjalani hari-harinya dengan dukungan keluarga yang tersedia.
Ibu Suni, Dirawat Anak yang Sudah Menjanda


Penerima bantuan berikutnya adalah Ibu Suni, lansia berusia 76 tahun yang kini dirawat oleh salah satu anaknya yang telah menjanda.
Ibu Suni mengalami gangguan pendengaran sehingga membutuhkan perhatian lebih dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Dua anak lainnya sudah tidak tinggal bersama. Karena itu, perawatan dan kebutuhan sehari-hari Ibu Suni lebih banyak ditangani oleh anak yang tinggal bersamanya.
Bantuan untuk Meringankan Kebutuhan Sehari-hari
Melalui bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Ibu Eboh, Ibu Ani, dan Ibu Suni dapat sedikit terbantu.
Beras, minyak, mie instan, telur, garam, sarden, susu kental manis, dan biskuit yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari serta mengurangi sebagian pengeluaran keluarga.
Ketiga lansia tersebut menghadapi kondisi yang berbeda. Ibu Eboh masih bekerja sebagai tukang urut meski sudah berusia 82 tahun. Ibu Ani harus menjalani kehidupan setelah kehilangan suami, anak, dan salah satu kakinya akibat diabetes. Sementara Ibu Suni membutuhkan perawatan dari anaknya karena kondisi pendengaran yang sudah menurun.
Kondisi mereka menjadi pengingat bahwa masih banyak lansia yang membutuhkan perhatian dan dukungan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Ibu Eboh, Ibu Ani, dan Ibu Suni, membantu memenuhi kebutuhan pangan mereka, serta memberikan sedikit keringanan bagi keluarga yang merawat dan mendampingi mereka.

