Senin, 12 Oktober 2026. Pukul 15 : 39 WIB
Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada tiga perempuan di Tangerang, yaitu Lim Swa Nie, 58 tahun, Sinah, 58 tahun, dan Ayanah, 53 tahun. Ketiganya menjalani kehidupan dengan kondisi ekonomi yang terbatas dan masih berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan kemampuan masing-masing.
Lim Swa Nie Tetap Bekerja Meski Tidak Bisa Melihat


Lim Swa Nie berusia 58 tahun dan belum pernah menikah. Ia mengalami glaukoma yang menyebabkan dirinya kehilangan penglihatan. Saat ini, ia tinggal bersama dua saudaranya dan seorang keponakan.
Di tengah keterbatasan penglihatannya, Lim Swa Nie masih berusaha mendapatkan penghasilan dengan bekerja mengemas mainan. Dari pekerjaan tersebut, ia hanya memperoleh sekitar Rp50 ribu per minggu.
Penghasilan yang sangat terbatas membuat kebutuhan makan sehari-hari tidak selalu mudah dipenuhi. Ia sering makan seadanya dan terkadang mencari bahan makanan sendiri dengan memancing ikan atau memetik sayuran. Dalam kondisi tertentu, ia juga mendapat bantuan dari tetangga di sekitarnya.
Bagi Lim Swa Nie, menjalani aktivitas sehari-hari dengan keterbatasan penglihatan bukanlah hal yang mudah. Namun, ia tetap berusaha bekerja dan memenuhi kebutuhannya sesuai kemampuan yang dimiliki.
Sinah Membantu Anak yang Bekerja sebagai Pemulung


Penerima bantuan berikutnya adalah Sinah, perempuan berusia 61 tahun yang sudah kehilangan suaminya. Saat ini, ia tinggal bersama seorang anak perempuan yang telah menjanda dan cucunya.
Anak Sinah bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan yang minim. Untuk membantu, Sinah turut membersihkan barang-barang hasil pulungan agar bisa dikumpulkan dan dijual.
Meski ikut membantu pekerjaan anaknya, kondisi ekonomi keluarga mereka masih terbatas. Penghasilan yang diperoleh belum selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk makanan sehari-hari. Sinah bahkan sering harus berutang di warung agar keluarganya tetap bisa makan.
Keadaan ini membuat kebutuhan pangan menjadi salah satu persoalan yang harus mereka hadapi setiap hari. Bantuan sembako diharapkan dapat menambah persediaan makanan dan sedikit meringankan beban keluarga tersebut.
Ayanah Bekerja sebagai Pengupas Kijing dengan Bantuan Anak yang Terbatas


Ayanah, 53 tahun, merupakan seorang perempuan yang telah berpisah dari suaminya. Ia memiliki dua anak, tetapi salah satunya kini diasuh oleh tetangga.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Ayanah bekerja sebagai pengupas kijing. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu sumber penghasilannya, meskipun pendapatan yang diperoleh masih terbatas.
Anak-anaknya hanya sesekali memberikan bantuan. Karena itu, Ayanah tetap harus mengandalkan hasil pekerjaannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dengan penghasilan yang terbatas dan bantuan keluarga yang tidak selalu tersedia, Ayanah harus berusaha mengatur pengeluaran sebaik mungkin agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi.
Bantuan Sembako untuk Membantu Kebutuhan Pangan

Melalui kegiatan sosial ini, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan paket sembako kepada Lim Swa Nie, Sinah, dan Ayanah. Setiap paket berisi beras ( 5 kg untuk Ibu Ayanah dan Ibu Sinah ) dan ( 10 kg untuk Ibu Lim Swa Nie ) , minyak goreng 2 liter, mi instan 20 bungkus, telur 1 kg, garam 400 gram, sarden 1 kaleng, susu kental manis 1 kaleng, dan biskuit Regal 3 bungkus.
Bantuan ini diharapkan dapat menambah persediaan makanan dan membantu mengurangi sebagian pengeluaran sehari-hari ketiga penerima bantuan tersebut.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mendukung kegiatan sosial ini. Dukungan yang diberikan membantu penyaluran bantuan kepada masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi, agar kebutuhan dasar mereka dapat lebih terbantu.

