Selasa, 27 Oktober 2026. Pukul 15 : 29 WIB

( Dokumentasi : Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Rantauprapat terendam banjir, Minggu, 25 Oktober 2026. Foto bersumber dari situs Beritasatu )
Rantauprapat, Kabupaten – LabuhanbatuHujan deras yang mengguyur Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi, 24–25 Oktober 2026, menyebabkan banjir di sejumlah kawasan permukiman. Meluapnya aliran air dari sungai dan saluran drainase membuat genangan masuk ke rumah-rumah warga, merendam beberapa ruas jalan, serta mengganggu aktivitas masyarakat. Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter sehingga warga harus menghadapi kondisi lingkungan yang tergenang dan akses perjalanan yang tidak lagi nyaman dilalui.
Berdasarkan data penanganan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang diberitakan media, sekitar 520 kepala keluarga dan 520 rumah terdampak banjir di Kelurahan Sirandorung dan Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara. Genangan tidak hanya terjadi di lingkungan tempat tinggal warga, tetapi juga berdampak pada kawasan usaha dan fasilitas yang digunakan masyarakat. Salah satu lokasi yang dilaporkan terdampak adalah gerai Koperasi Desa Merah Putih. Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir turut mengganggu kegiatan ekonomi dan pelayanan masyarakat di sekitar wilayah yang tergenang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kopdes-tergenang-banjir.jpg)
( Dokumentasi : Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Rantauprapat terendam banjir, Minggu, 25 Oktober 2026. Foto bersumber dari situs Tribunnews )
Ketinggian air yang mencapai sekitar satu meter di beberapa lokasi membuat warga perlu memperhatikan keselamatan serta kondisi rumah masing-masing. Genangan di dalam rumah dapat mengganggu aktivitas keluarga dan berisiko merusak barang-barang yang berada di lantai atau bagian rumah yang lebih rendah. Sementara itu, ruas jalan yang tergenang menyulitkan pergerakan warga untuk bekerja, berbelanja kebutuhan sehari-hari, maupun menjalankan kegiatan lainnya. Namun, laporan yang ditelusuri belum merinci jumlah rumah yang mengalami kerusakan berat maupun ringan, sehingga jumlah rumah terdampak tidak dapat langsung dianggap sebagai jumlah rumah yang rusak.
BPBD melakukan penanganan dan pemantauan terhadap perkembangan banjir di wilayah terdampak. Pendataan dilakukan untuk mengetahui kondisi warga dan rumah yang tergenang, sekaligus memantau perubahan ketinggian air. Dalam laporan lanjutan hingga Selasa, 27 Oktober 2026, banjir di Rantauprapat disebut telah surut. Kondisi ini memungkinkan masyarakat mulai membersihkan rumah dan lingkungan masing-masing serta kembali menjalankan aktivitas secara bertahap. Meski demikian, data terperinci mengenai korban luka, korban jiwa, jumlah pengungsi, dan total kerugian materi belum disebutkan secara lengkap dalam sumber yang dirujuk.
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas bencana banjir yang dialami masyarakat Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu. Banjir yang merendam ratusan rumah dapat menimbulkan kesulitan bagi keluarga terdampak, terutama ketika rumah dan lingkungan sekitar harus dibersihkan sebelum kembali digunakan secara normal. Semoga warga diberikan kekuatan dalam menghadapi masa pemulihan, kondisi rumah dan fasilitas umum segera kembali baik, serta aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman setelah banjir surut.

