Jumat, 7 November 2025. Pukul 11:32 WIB

( Dokumentasi : ‘Rumah Ibu Surya tampak depan’ dengan atap yang miring sebelah dan akan dibenahi juga )
Di sebuah gang kecil di wilayah Kedaung Wetan, Kebon Cabe, Tangerang, berdiri rumah sederhana yang menjadi saksi ketegaran seorang ibu berusia 80 tahun bernama Ibu Surya. Walaupun sudah cukup tua dan napasnya sering terengah, tapi semangatnya untuk hidup tak pernah benar-benar padam.

( Dokumentasi : Closet duduk yang akan direnovasi untuk dibangun ruangan toilet dengan pemasangan tembok, pintu dan penggantian closet duduk )
Setiap hari, beliau melawan rasa sakit akibat tekanan darah tinggi yang tak menentu, asam lambung akut, masalah paru-paru, hingga gangguan saraf yang membuat tubuhnya semakin lemah. Namun, di balik semua itu, Ibu Surya tetap berusaha mengurus rumah kecil yang ia tinggali bersama anaknya — seorang penjual mainan di sekolah dasar sekitar.
Meski penghasilan sang anak pas-pasan, mereka terus berjuang, saling menguatkan, dan berharap bisa menjalani hari-hari dengan lebih layak.
Perjuangan di Balik Dinding Retak

( Dokumentasi : Ibu Surya, lansia yang mengalami komplikasi asam lambung, paru-paru dan gangguan syaraf )
Bagi sebagian orang, toilet hanyalah kebutuhan sehari-hari yang biasa. Tapi bagi Ibu Surya, fasilitas toilet yang ada cukup menyulitkan dirinya yang sulit berdiri lama. Apalagi harus berjongkok saat buang air.
Toilet rumahnya tidak memiliki dinding yang layak. Hanya tertutup seadanya.
WC-nya masih berbentuk jongkok, lantai mulai rusak, dan dinding rumah di sekitarnya pun telah banyak retak. Untuk seorang lansia dengan kondisi kesehatan seperti beliau, hal sederhana seperti ke toilet pun bisa menjadi perjuangan besar.
Harapan yang Kembali Dihidupkan

( Dokumentasi : Bantuan material untuk perbaikan dan pembuatan toilet rumah Ibu Surya )
Melihat kondisi ini, Pada Kamis, 6 November 2025. Tim yayasan menyerahkan bantuan material pembangunan berupa:
besi, canal, cat, closet duduk, hebel, hollow, kabel, keramik, keran, lampu, lem hebel, pasir, pintu, pipa, semen, serta berbagai bahan kecil lainnya.

( Dokumentasi : Penyerahan Bantuan material untuk perbaikan dan pembuatan toilet rumah Ibu Surya kepada ada Ibu Surya )
Selain itu, bantuan tenaga tukang juga diberikan, dan proses pembangunan akan diawasi langsung oleh tim relawan Amal Peduli Nusantara untuk memastikan setiap bagian dikerjakan dengan baik dan aman.
Semua bahan dan tenaga ini akan digunakan untuk membangun toilet yang aman, bersih, dan layak, sekaligus memperbaiki lapisan tembok rumah yang mulai rapuh.
Lebih dari Sekadar Toilet

( Dokumentasi : Tukang sedang melakukan perbaikan dan pembuatan toilet rumah Ibu Surya )
Bagi sebagian orang, toilet mungkin tampak sederhana, Namun bagi Ibu Surya, itu adalah bentuk perhatian dan kepdulian yang memberi semangat baru. Sebuah ruang kecil yang nanti akan memberi sedikit kenyamanan, kebersihan, dan kehidupan yang lebih layak.

( Dokumentasi : Tukang sedang melakukan perbaikan dan pembuatan toilet rumah Ibu Surya )
Yayasan Amal Peduli Nusantara percaya, kebaikan sekecil apa pun dapat mengubah hidup seseorang.
Dan pada hari itu, melalui toilet sederhana, kami bersama para donatur dan relawan telah membantu Ibu Surya dalam kehidupan di masa tuanya.
Yayasan Amal Peduli Nusantara akan terus melanjutkan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, membawa bantuan nyata, kebaikan, dan perubahan kecil yang berdampak besar. Karena di setiap senyum yang kembali tumbuh, ada kepedulian yang kita tanam bersama.

