Tiga Rumah Terbakar di Mampang

Senin, 16 Maret 2026. Pukul 15 : 53 WIB

Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah di Mampang Prapatan, 14 Jiwa Terpaksa Mengungsi

( Dokumentasi : Pemadam memadamkan kebakaran di jakarta, Foto bersumber dari situs Suara )

Kepanikan Warga Pecah di Senja Jakarta

Mampang, Jakarta Selatan – Minggu sore yang biasanya tenang di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, berubah menjadi momen menegangkan ketika api tiba-tiba muncul dari salah satu rumah warga. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya, memaksa warga bergegas menyelamatkan diri.

Peristiwa kebakaran ini terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 18.50 WIB di kawasan Jalan Kapten Tendean / Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan. Warga pertama kali menyadari kejadian tersebut setelah mencium bau asap menyengat dari dalam sebuah rumah. Ketika diperiksa, api sudah mulai menjalar ke bagian atap bangunan.

Situasi yang berkembang cepat membuat warga segera melaporkan kejadian tersebut ke pos pemadam kebakaran terdekat. Dalam beberapa menit, petugas datang ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.


Tiga Rumah Hangus Terbakar

Api akhirnya diketahui telah melalap tiga rumah tinggal dengan luas area sekitar 250 meter persegi. Kerusakan yang terjadi menyebabkan sebagian besar bagian bangunan terdampak, terutama pada struktur atap dan ruang dalam rumah.

Untuk mencegah api meluas di kawasan permukiman padat tersebut, petugas mengerahkan 17 unit mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 68 personel. Proses pemadaman berlangsung lebih dari satu jam sebelum akhirnya api berhasil dikendalikan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan di lokasi.

Kerugian materi akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp351,5 juta.


Warga Terdampak

Tak ada korban jiwa akibat kebakaran di Mampang

( Dokumentasi : Kebakaran rumah tinggal di Jalan Kapten Tendean, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta, Minggu (15/3/2026), Foto bersumber dari situs Antara )

Meski api sempat membesar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Namun kebakaran tersebut tetap meninggalkan dampak bagi warga yang tinggal di rumah yang terbakar.

Data sementara mencatat tiga kepala keluarga dengan sekitar tujuh jiwa terdampak langsung, sementara sebagian warga lain di sekitar lokasi sempat mengungsi sementara untuk menghindari risiko kebakaran meluas.

Dugaan awal menyebutkan kebakaran kemungkinan dipicu oleh korsleting listrik, meskipun penyebab pasti masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.


Harapan Setelah Api Padam

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi kapan saja, bahkan di tengah aktivitas harian masyarakat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun beberapa keluarga harus menghadapi kerusakan rumah yang menjadi tempat tinggal mereka.

Semoga warga yang terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang. Harapan juga tertuju pada langkah pemulihan yang cepat dari pemerintah dan pihak terkait, agar kondisi lingkungan dapat segera kembali pulih serta upaya pencegahan kebakaran di permukiman padat dapat semakin diperkuat di masa mendatang.