Tiga Desa terendam banjir di Probolinggo, Air Capai 1 Meter

Senin, 12 Januari 2026. Pukul 11 : 23 WIB

( Dokumentasi : Salah satu rumah warga yang terdampak banjir di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Foto bersumber dari situs radarbromo jawapos )

Probolinggo, Jawa Timur — Pada Sabtu petang, 10 Januari 2026, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat mengguyur wilayah Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Curah hujan tinggi tersebut menyebabkan debit sungai meningkat dan meluap, sehingga air banjir merendam tiga desa hingga mencapai ketinggian sekitar 1 meter — sekira setinggi pinggang orang dewasa.

Desa-desa yang Terdampak

BPBD Kabupaten Probolinggo mencatat banjir menggenangi permukiman di tiga desa di Kecamatan Sumberasih, yaitu:

  • Desa Lemahkembar
  • Desa Banjarsari
  • Desa Ambulu
    Air masuk ke rumah dan lingkungan warga akibat sungai yang tak mampu menampung debit hujan dalam waktu singkat.

Puluhan Rumah Terendam

( Dokumentasi : Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo Oemar Sjarief meninjau rumah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Sumherasih, Foto bersumber dari situs antara )

Hingga malam kejadian, data sementara menunjukkan puluhan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1 meter di beberapa titik desa tersebut. Pendataan terus dilakukan petugas BPBD untuk mengetahui jumlah pasti rumah yang terdampak dan kondisi warga di lokasi.

Tidak Ada Korban Jiwa

Kabar baiknya, hingga laporan terakhir tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa ini. BPBD bersama instansi terkait segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal, termasuk asesmen situasi di lapangan agar dampak lebih lanjut dapat diminimalkan.

Akses Terpengaruh

Selain genangan di rumah warga, banjir juga sempat mengganggu mobilitas masyarakat setempat karena beberapa akses jalan ikut terendam. Kendaraan bermotor tidak bisa lewat di beberapa titik untuk sementara waktu sampai air surut.


Kata BPBD

Pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo menyatakan bahwa hujan yang mengguyur wilayah sejak sore hingga petang adalah penyebab utama meluapnya sungai. Tim penanggulangan bencana juga terus memantau kondisi untuk memastikan warga tetap aman dan mendapatkan informasi perkembangan terbaru secara berkala.


Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas bencana banjir yang terjadi di Probolinggo. Kami berdoa agar masyarakat yang terdampak selalu diberikan keselamatan, ketabahan, dan perlindungan, serta proses pemulihan dapat berlangsung dengan lancar. Semoga langkah cepat dari pemerintah dan tim penanggulangan bencana membantu mempercepat situasi kembali normal dan mengurangi risiko terjadinya hal serupa nantinya.