Selasa, 10 Maret 2026. Pukul 15 : 32 WIB

( Dokumentasi : Puluhan rumah di Padukuhan Guwo, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul terdampak tanah gerak, foto bersumber dari situs IDNTimes/BPBD )
Bantul, DI Yogyakarta – Peristiwa tanah bergerak terjadi di Dusun Guwo, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul dan menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga. Kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir hingga memicu penurunan tanah secara signifikan.
Pergerakan tanah di kawasan perumahan tersebut menyebabkan tanah turun hingga sekitar 2,5 meter dan berdampak pada sejumlah bangunan di sekitarnya. Dari data yang dihimpun, sebanyak 20 rumah terdampak, dengan 1 rumah roboh dan 19 rumah mengalami kerusakan berat sehingga tidak lagi aman untuk ditempati.
Kondisi Kerusakan Rumah
Kerusakan rumah yang terjadi cukup serius. Beberapa bangunan terlihat miring dan tidak lagi berdiri tegak, sementara pada banyak rumah lainnya muncul retakan besar pada dinding, lantai, dan bagian pondasi. Ada pula rumah yang mengalami penurunan struktur bangunan akibat tanah di bawahnya ikut bergerak, sehingga dikhawatirkan dapat roboh jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Sebagian rumah bahkan sudah tidak bisa dihuni sama sekali karena kerusakan yang terlalu berat. Beberapa penghuni memilih meninggalkan rumah mereka untuk sementara demi keselamatan. Kerusakan ini diperkirakan terjadi karena kondisi tanah di kawasan tersebut yang cukup labil dan berada di area perbukitan, sehingga mudah bergerak ketika jenuh oleh air hujan.
Dampak Terhadap Warga

( Dokumentasi : uasana perumahan Taman Semesta Asri yang dilaporkan rusak akibat tanah bergerak di Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Selasa (10/3), foto bersumber dari situs kumparan )
Bencana ini berdampak pada sekitar 8 kepala keluarga atau 22 jiwa yang tinggal di rumah-rumah terdampak. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Sebagian warga terpaksa mengungsi atau kembali ke rumah lama mereka sambil menunggu kondisi lokasi dinyatakan aman. Aktivitas di lingkungan perumahan juga menjadi lebih sepi karena banyak rumah tidak lagi ditempati setelah kejadian tersebut.
Penanganan dan Pemantauan
Pemerintah daerah melalui BPBD Bantul bersama BPBD DIY telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan dan kajian terhadap kondisi tanah. Tim ahli juga melakukan pemantauan guna memastikan penyebab pergerakan tanah serta mencegah potensi kejadian serupa di kemudian hari.
Pemerintah setempat juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan warga serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan bagi masyarakat yang terdampak.
Doa dan Harapan
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja, terutama saat kondisi cuaca ekstrem melanda.
Kami turut prihatin atas kejadian tanah bergerak yang menimpa masyarakat di Bantul. Semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi situasi ini.
Doa kami menyertai masyarakat agar kondisi segera pulih, bantuan yang diberikan pemerintah dapat meringankan beban warga, dan semoga ke depan tidak terjadi lagi bencana serupa yang membahayakan keselamatan masyarakat.

