Selasa, 27 Januari 2026. Pukul 18 : 37 WIB

( Dokumentasi : Banjir di subang, Foto bersumber dari situs detik )
Subang — Sejak awal Gelombang Cuaca Ekstrem dalam beberapa hari terakhir, banjir di Kabupaten Subang, Jawa Barat, terutama di wilayah Pantura dan beberapa kecamatan lain, belum benar-benar surut hingga Minggu–Senin (25–26 Jan 2026). Meski sebagian titik menunjukkan penurunan muka air, genangan masih menghambat kehidupan warga di banyak titik terdampak.
Air Tinggi, Aktivitas Terhenti
Banjir yang bermula dari meluapnya sungai dan hujan intens yang tak kunjung reda telah merendam ribuan rumah. Laporan dari sejumlah media menunjukkan bahwa lebih dari 3.300 hingga sekitar 3.500 rumah masih terendam air di enam kecamatan, termasuk Mulyasari, Blanakan dan Ciasem, dengan berbagai rumah terendam hingga lebih dari satu meter pada titik-titik tertentu.

( Dokumentasi : Warga berjalan di tengah banjir, Foto bersumber dari situs pikiranrakyat)
Warga banyak yang memilih bertahan di tempat pengungsian di bawah jembatan layang (flyover) Pantura ataupun masjid setempat karena rumah mereka masih tergenang (air belum benar-benar aman untuk ditinggali kembali).
Sawah Terendam, Masalah Petani Mengintai
Tak hanya permukiman, banjir turut menggenangi lahan pertanian di Kecamatan Sukasari, dengan perkiraan sekitar 280 hektar sawah terendam. Para petani kini menghadapi risiko besar kehilangan hasil panen (puso) jika air tidak segera surut dalam beberapa hari ke depan.
Perjalanan Pulih Masih Panjang
Walaupun ketinggian air mulai sedikit turun di beberapa wilayah seperti di Perumahan Grand Texpia Ciasem, di mana sebelumnya mencapai 120–150 cm kini menjadi sekitar 30–50 cm, banyak keluarga masih enggan kembali karena genangan masih tersisa dan khawatir terjadi peningkatan kembali bila curah hujan berlanjut.
Suasana dan Kehidupan di Tengah Banjir

( Dokumentasi : Warga mengungsi dibawah jembatan layang subang, Foto bersumber dari situs detik )
Beberapa warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi bersama keluarga, termasuk lansia dan anak-anak, di lokasi-lokasi pengungsian sederhana seperti kolong jembatan layang atau masjid. Langkah ini menjadi pilihan untuk bertahan sambil menunggu kondisi benar-benar aman.
Turut prihatin atas kondisi yang masih dihadapi saudara-saudari kita di Subang — semoga situasi membaik dengan cepat, genangan segera surut, dan ada respons cepat dari instansi setempat untuk membantu proses pemulihan di hari-hari mendatang.

